TRIBULASI (TANTANGAN) DAKWAH ISLAM DI NEGERI KINCIR ANGIN


Oleh Abu Filzahwin Winarya (Perawat de buitenhof zorgcentrum amsterdam)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia, Alhamdulillah mariah kita hunjukkan ke hadirat Allah sebagai rasa syukur kita kepada-Nya, di mana Dia telah menganugerahkan sebagian nikmat-Nya kepada kita terutama nikmat Mutlaqah, yaitu iman yang dengannya insya Allah kita mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Dan semoga iman kita semakin bertambah, Aamiin.

Berdakwah di negeri yang dihuni oleh sebagian besar kaum Atheis ini mempunyai pengalaman tersendiri, di mana syiar agama selalu dibatasi. Sebagai contoh, panggilan shalat (adzan) kita dengar hanya dan internet atau di dalam masjid saja karena mengganggu orang istirahat menurut mereka. Sedangkan bunyi lonceng gereja berbunyi terus menerus hampir setiap jam.
Bahkan ada sebagian dan ikhwah kita ditangkap polisi ketika berdakwah, karena dicurigai sebagai teroris. Setelah beliau menjelaskan tentang apa yang beliau dakwahkan, dan setelah tak ada bukti yang menguatkan, baru beliau dibebaskan lagi.

Sekarang dengan maraknya beberapa tokoh politik, produser film, dan bahkan sebagian masyarakat yang menganggap Islam adalah agama yang tidak normal atau radikal -hal ini pernah tenjadi pada penulis dan berberapa teman yang lain ketika ada orang mau masuk tram (kereta kecil) dan kami bergegas menolongnya, orang tersebut mengatakan, Dank u, maar jullie zijn toch muslim?(terima kasih, tapi kalian kan muslim?)
Atau kisah yang terjadi ketika saudara kita asli keturunan Belanda dan mereka mengetahui kalau beliau seorang muslim, maka mereka mengatakan, “Ben Je muslim doe normaal Jo?” (anda muslim yang normal?!)
Bahkan ada permusuhan yang dilemparkan ke Islam sebagaimana yang terjadi beberapa tahun yang lalu ada seorang produser film yang menghina Islam. Mereka menggambarkan dalam filmnya kalau Islam penuh dengan kekerasan. Seorang wanita telanjang ditulisi avat-ayat al-Quran dan dianiaya. ‘Beginilah Islam,’ katanya. Padahal itu merupakan adopsi dari kultur Ayaan Hirsi Ali (sang politikus mantan muslim dari Somalia yang bekerja sama dalam pembuatan film tersebut, yang akhirnya Ia ketakutan tanpa alasan yang jelas, lalu pergi ke AS dengan meninggalkan berbagai kebohongan besar terhadap pemerintah dan masyarakat seperti memalsukan identitas dan seterusnya. Di bulan-bulan ini, ia mengemis lagi ke Belanda karena tidak ada lagi biaya untuk keamanannya di sana, kebetulan ditolak oleh panlemen.
Perbuatan sadis, pemukulan terhadap wanita adalah Islam, kata mereka, Padahal Rasul bersabda, “Yang terbaik di antara kamu sekalian adalah yang terbaik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku. (HR. Tirmidzi (silsilah hadits Syaikh al-Albani no. 85))
Dari hadits tersebut kita dianjurkan berbuat baik terhadap keluarga, termasuk wanita (istri atau anak).

Ataujuga wasiat Nabi,“Aku wasiatkan kepada kalian, hendaklah kalian memberlakukan istri dengan baik (HR. Bukhari)

Dalam parlemen terdapat serangan yang keras terhadap Islam yang dilontarkan oleh GeertWilders (1963). Ia mengatakan, “I don’t hate Muslims. I hate Islam”. Beberapa temannya belakangan ini mau mempublikasikan film terbarunya “FITNA” yang katanya di film ini dia mau merobek al-Quran, karena dia menganggap al-Quran adalab kitab yang biadab. Hal ini akhirnya mendapat kecaman keras dari anggota parlemen yang lain, tetapi dia tetap bersikeras untuk mempublikasikan film tersebut. Na’udzu billah tsumma na’udzubillah.

Hal ini membuat khawatir orang Belanda sendiri, di mana ketika dia melontarkan serangan terhadap Islam, sedikit sekali reaksi yang muncul, bahkan sebagian dan mereka menganggap dia sebagai pahhawan. Mereka ketakutan kalau sampai film tersebut dipublikaikan akan menyulut kemarahan ummat Islam. lronisnya, ketika ada benita fatwa tentang pembunuhan terhadap dia, mereka mengatakan, “Itu namanya diskriminasi,”

Padahal kita di sini Alhamdulillah menghadapinya dengan tenang, melanjutkan dakwah dengan lebih intensif dan dengan akhlaqul karimah insya Allah. Dan semoga kami pun tetap istiqomah dalam menyebarkan sunnah, Aamiin

Hanya do’a yang aku tunggu dan saudaraku, semoga Allah memberikan jalan sehingga kami di sini mendaptakan kemudahan dalam berdakwah, sebagaimana janji-Nya yang artinya, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”

Juga firmanNya yang artinya, “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Selamat berjuang suadaraku, semoga Allah memberkahirnu.[*]


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Amsterdam, Maret 2008


  1. Ayu

    Allaahu Akbar..!
    Betapa sulitnya ya kak menjalankan syiar Islam di Negara Muslim minoritas, adzan aja dilarang😦
    O y kak, aku pernah lihat acara di salah satu stasiun TV waktu bulan Ramadhan 1432 H, perempuan Muslim di Perancis kalau sekolah dan kerja dilarang pakai kerudung, astaghfirullaahal’azhiim.
    Semoga Allaah Swt. memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya, aamiin.

    Like

    • amin… bener banget, beruntung bagi kita yang tinggal di lingkungan yang kondusif
      untuk itu mari kita tingkatkan kualitas kita dalam din ini

      Like




Silahkan tinggalkan komentar disini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: