Monthly Archives: October 2010

BETAPA LEMBUT RAHMATMU YA ALLAH


Oleh : Mamduh Farhan Al-Buhairi

Di antara kisah teraneh yang pernah kubaca adalah kisah yang disebutkan oleh lbnul Jauzi dalam kitab Birrul Walidain (1/7).

Dari Malik bin Dinar, dia berkata: ‘Saat aku thawaf di Baitul Haram, banyaknya jamah haji dan umrah saat itu sungguh membuatku takjub. Andai saja aku tahu mana antara mereka yang ibadahnya diterima hingga aku ucapkan selamat, dan mana di Continue reading

KISAH SU’UL KHATIMAH


Oleh : Ahmad Al-Qahthany

Salah seorang pelaut mengisahkan kepadaku sebuah kisah yang pernah terjadi di kapal mereka. Ia berkata,”Kami berlayar di atas kapal mengitari berbagai negeri untuk mencari rizki. Pada sebuah perjalanan, kami ditemani oleh seorang pemuda yang shalih, tulus hatinya, baik budi pekertinya. Kami melihat pancaran ketakwaan yang memancar dari wajahnya, cahaya dan keceriaan tergambar pada kehidupannya. Continue reading

PREMAN TRANSNASIONAL DIRESTUI, MUSLIM TAAT DIMUSUHI


Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Seorang anak muda bernama Umar, tinggal di daerah Pemalang Jawa Tengah. Dia dikenal sebagai anak bergaya preman, dengan potongan rambut “punk”, bagian tengah atas kepala dari depan sampai belakang disisir berdiri “njegrag” bagai jengger ayam. Continue reading

PENEMUAN BESAR BIDANG PANGAN


Akan Merubah Perjalanan Sejarah dan Mengembalikan Stabilitas Penduduk Bumi

Dipersembahkan Majalah Qiblati Sebagai Hadiah Untuk Pemerintah Indonesia

 

OLEH MAMDUH FARHAN AL-BUHAIRI

Mukaddimah
Indonesia sebagai Negara agraris pernah menjadi macan Asia dalam bidang pangan. Namun kini Indonesia mengalami Kekurangan Pangan. Baik beras, kedelai dan barang-barang lain harganya melambung cukup tinggi, sehingga memberikan sumbangan kepada tingginya angka inflasi dalam perekonomian nasional dan meningkatkan angka kemiskinan dan pengangguran nasional (yang pada tahun 2006 diperkirakan 12,50 % dari penduduk Indonesia adalah pengangguran, sehingga Indonesia menduduki rangking 133 dari 197 negara. Continue reading

PERJALANAN TELAH SAMPAI DI BATAS


Oleh : Hilmy Hamid Mahri

Ia pun pergi dan tak kan pernah kembali. Menyusuri waktu yang tersisa, menuju ke perut bumi, gelap, tak tertatap setiap kasat mata yang memandang. Lantas tertutup tanah, semua pergi tinggalkan dia sendiri. Menunggu utusan Ilahi datang dan bertanya tentang makna apa yang tersirat saat engkau di pucuk asa. Continue reading