MAKANAN HALAL DI NEGERI BERUANG


Oleh : Yanuar Abu Azmi Awwaliy

Sebelum menginjakkan kaki di negara Jerman, terbayang di pikiran saya bahwa nanti di Jerman bakalan susah mendapakan makanan yang halal. Namun setelah nyata berada di negara ini, bayangan kesulitannya pun sirna. Ternyata, relatif mudah mendapatkan makanan halal di sini. Apalagi di kota besar seperti Berlin, Hamburg, München, Frankfrut Main, dan semacamnya. Banyak tersebar toko bahan makanan dan makanan siap saji yang dikelola oleh muslim.

Toko bahan makanan rata-rata dikelola oleh komunitas Muslim Turki dan Arab. Diantaranya adalah Toko Eurogida milik bruder1 dari Turki dan took Habibi yang dikelola bruder dari Arab, mmm lebih tepatnya Arab keturunan Libanon. Saya biasa rutin mendatangi du0a toko di atas untuk berbelanja kebutuhan makan sehari-hari. Terutama berbelanja aneka jenis sosis dan daging segar. Ada daging ayam, kambing dan sapi. Semuanya dijamin kehalalannya lnsyaAllah. Di dua toko tersebut tidak dijual barang haram. Sebenamya, tidak semua toko milik komunitas Muslim Turki bebas dari bahan makanan haram. Tidak sedikit dari mereka yang sambilan menjual wein2.

Menariknya, di toko halal tersebut daging yang dijual sudah dipisah-pisah sesuai penggunaannya, ada daging sapi khusus untuk masak sup (suppenfleisch), ada daging sapi dan kambing yang digiling halus untuk bahan campuran isi makanan, ada daging ayam berbumbu siap untuk dibakar, de el el. Di toko itu juga dijual bagian tertentu dari ayam. Semisal sayap, hati, rempelo, paha, dada, atau bahkan daging ayam utuhan. Yang belum pernah saya lihat di dua toko diatas adalah kepala dan kaki ayam. Tapi kalo kepala kambing yang sudah dikuliti malah ada, tinggal di masak tengkleng3.

Di toko ini banyak dijual sosis yang tidak dijual di toko muslim milik bruder dari Arab, bentuk dan variasinya macem-macem, ada sosis untuk dibakar, buat isi roti, de el el. Rasanya, wah.. uenak tenaann. Sosis-sosis itu terbuat dan daging kalkun, ayam, dan sapi. Kalo sosis kambing, saya belum pernah menjumpai. Tapi kalo bahan makanan yang dibuat dari kambing, banyak tersedia, mulai dari susu murni kambing sampai dengan kase4 . Bila dibanding dengan harga di Indonesia maka harga daging di Jerman Iebih murah, baik itu daging ayam, kambing maupun sapi.

Selain dua toko di atas, juga ada warung makanan siap saji yang tersebar di seantero Deutschland5 diantaranya adalah “Döner Kebab”. Bisa dikatakan 90% pengelolanva adalah Muslim Türki, Rasanya Masya Alloh….ruuaaarrrr biasa.! Sangat beda dengan kebab yang dijual di Indonesia (maaf ya….. hehehhe). Ke mana saja kaki ini menginjakkan di kota-kota di Jerman, mulai keluar dari kereta sampai di tengah kota, akan mudah menjumpainya. Biasanya di samping menjual kebab, warung ini juga menjual ayam panggang utuhan. Namun meskipun dikelola oleh Muslim, tatap kudu harus pilih-pilih warungnya. Sebab sebagian dari mereka masih mejual wein.

Di warung siap saji milik komunitas Arab biasanya menu berupa; suwarma, kaftah, falafil, dan kasyri. Namun kalo di toko kelontongnya, mau mencari kurma sampai kopi arab ada, cari bumbu dapur khas arab sampai roti arab pun ada.00 Di kota Berlin, ada warung makan yang akrab di telinga masyarakat Indonesia di Jerman. Yaitu Rumah Makan ‘Libanon’. Menu sajiannya macem-macem. Semuanya berbasis daging, terutama daging kambing. Kalo pas ke warung itu, Saya pesen menu yang paling murah, harganya 4,5. Rasanya pas banget di lidah, mantuaaappp…!. Belum lagi sambelnya, upss… persis sambel uleg, Mak nyesss….!. Porsi nasinya banyak banget sesuai ukuran orang Arab. Jenis nasinya berbeda dengan jenis di Indonesia. Basmati nama nasinya Bentuknya agak panjang dan agak keras sedikit (orang Jawa menyebutnya akas).

Memang yang di jual di Toko Arab hampir semua jenisnya seperti itu. Pernah juga waktu saya makan di Rumah Makan Irak di kota Bonn, nasi yang dijual juga sama seperti itu. Nah, kalo untuk menu harian ala Indonesia, biasanya saya belanja di toko Asia. Mayoritas di miliki orang Thailand dan Vietnam. Jenis barang yang dijual tidak jauh beda dengan di Indonesia. Mau mencani gereh6 sampai tahu tempe juga ada, dari daun pandan sampai kangkung pun ada. Dari asem jawa sampai laos juga ada. Wis, Pokoknya lengkap deh. Yang menarik adalah produk Thailand dan Vietnam. Banyak produk kedua negara itu yang halal dengan sertifikat halal dan Majelis Ulama dua negara tersebut.

Hikmah kisah di atas adalah bahwa berpegang teguh dengan tali keimanan merupakan keniscayaan di mana pun dan kapan pun. Mengkonsumsi makanan halal serta balk secara umum adalah bagian dari pegangan iman. Allohu alam. (Abu Azmi Awwaliy).

Catatan: 1. Saudara laki-laki 2. Minuman memabukkan, rata-rata terbuat dari anggur. 3. Masakan khas daerah Solo dan sekitarnya sebangsa gule dan tongseng. 4. Keju. 5. Nama Negara Jerman dalam Bahasa Jerman 6. Bahasa Jawa untuk menyebut ikan teri kering ukuran kecil banget.

Dituangkan kembali dari majalah elfata ed 6 vol 9 oleh akhangga


  1. ertaridha

    Semoga jumlah muslim menguasai ekonomi dunia terus bertambah, sehingga lebel halam ada diseantero dunia.

    Like

    • ertaridha

      sorry maksudku halal

      Like

      • Amin
        semoga dengan semakin banyaknya makanan halal menjadikan umat muslim semakin bersemangat menjalankan dinnya.
        terutama dalam menjauhi makanan haram

        Like




Silahkan tinggalkan komentar disini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: