JALAN KE TURKI


Turki  merupakan negeri yang mendapat tempat sendiri di hati kaum muslim. Konstantinopel kota besar di negeri itu  -sekarang- bernama Instambul, merupakan kota yang disebut dalam sebuah hadits. Di negeri batas Eropa-Asia itu juga, kekalifahan Utsmaniah yang fenomenal  pernah berdiri dan akhirnya diruntuhkan oleh sekularisme.  Bagaimana sekilas kehidupan muslim di Turki? Dr Yumna Supardi akan menuturkan buat kita-kita pengalaman beliau beberapa hari di Turki. Selamat menyimak!

Sebelum cerita di Turkinya aku mau cerita dulu dari Inggris untuk kesana. Siapa tahu ada yang butuh…

Di inggris kalau mau pergi kesemua Negara –selain negara ASEAN kali- kudu mengurus visa terlebih dulu. Asyiknya untuk dapat visa turis ke Turki cumin butuh 2 hari; RAbu apply, Jum’at sudah aku dapat dan cumin butuh £19 (sekitar 28.500 rupiah) so setelah menggenggam visa turis ke Turki, barulah aku hunting tiket. Rata-rata harga ke Izmir –kota tujuan kami di Turki- di atas £200. Alhamdulillah kita akhirnya mendapat penawaran dari Thomas Cook seharga £325 untuk berdua.

LONDON-IZMIR : 3 jam

Perjalanan kami ke Turki berangkat pada jam 8 malam, sojam 5 sore kami udah harus sampai Gatwick, bandara di London. Itu berarti jam 2 siang sudah harus ninggalin rumah. Alhamdulillah semua lancar, overwigthnya bawaan kami tidak jadi masalah, meski sempet khawatir juga. Penerbangan hanya memakan waktu 3 jam, akhirnya kita sampai di bandara Adnan Menderez, Izmir jam 12 malam. Kebetulan sudah ada client yang menjemput kami. Mereka antar kami ke hotel Yomukoglu yan gudah kami booking ejak lama.

Ternyata hotel ini tidak sebagus yang kami harap. Dengan harga yang lumayan, the room and the serviceis not great.untungnya kami Cuma booking selama 2 hari. Walhasil hari ke-2 kami hunting hotel disekitar hotel lama. Alhamdulillah akhirnya dapat juga. Di hotel ini fasilitasnya tak jauh beda tapi harganya 1/3 lebih murah. Ruangannya juga lebih luas tapi yang ada cumin shower room, gak ada bathnya. Disini kami tinggal 5 hari.

MUSLIM? KAGET!

Hari pertama kami sempet kaget –culture shock. Bayanganku Turki adalah negeri muslim, yah paling nggak tampak seperti Indonesia, tapi ternyata tidak seperti itu. Jarang banget jilbaber. Jarang banget laki-laki berkenggot panjang dan tebal layaknya di East London. Anehnya hamper setiap orang yang melihat kami menatap kami dengan tatapan aneh. Apa karena aku berjubah? Atau karena aku memakai kacamata hitam? Atau karena aku dan suami berwajah beda? wallahua’lam. Tapi sikap mereka tetap manis dan sangat bersahabat, menunjukikan betapa budaya Islam masih ada disana meski secara fisik mereka telah banyak mengadopsi budaya barat. Sedikit banyak sisa nafsiyah Islam itu masih ada!

TESEKUR EDERIM

Banyak diantara mereka mengajariku bahasa Turki.  Senjataku cumin satu : tesekur ederim, artinya terimakasih banyak. Kalau sudah dijawab gitu wajah mereka kulihat berbinar-binar. Oh iya satu lagi yang lucu : tiap kami ke market atau supermarket akan banyak kudapati orang berteriak-teriak mengilklankan dagangannya dan kalau kami lewati mereka, suamiku selalu dipanggil,”Ya Hajj!” kurang lebih artinya,”Hai, pak haji!” haha.. aku dan suami cumin ketawa aja, aku Tanya suami kenapa mereka panggil dia pak haji, suami pun cuma menebak-nebak,”Maybe it’s because I am walking with you who is wearing khimar and jilbab

Ah ada-ada saja. But it’s sweet, though, kind of du’a for us. Moga aja bisa jadi pak dan bu haji beneran, amin.

Hal yang mengesankan pertama kali bagiku adalah udaranya. Yang jelas cuaca di Turki lebih nyaman daripada di Inggris. Kalau cuaca di Inggris mah tidak bisa ditebak, sejam panas, sejam hujan, sejam dingin, sejam bersalju.  Hiperbolis sih, tapi memang begitulah adanya. Di Turki udaranya sejuk:; panas enggak, dingi juga nggak. Yang jelas senantiasa berangin lembut. I can think any better weather than this excep Jannah!

SHALAT JUMAT

Jum’at adalah hari pertama di Izmir. Asyiknya masjid dimana-mana so kami nggak perlu berjuang keras untuk dapat sholat di masjid. Aku putuskan hari itu untuk shalat Jum’at di sebuah masjid di Alsancak. Alsancak sendiri merupakan sebuah desa di Izmir. Oh, sebuah kejutan lagi buatku. Masjid yang disinggahi itu segedhe east London mosque, berisi ratusan jamaah laki-laki dan hanya berisi 6 wanita! Aku yang termueda dan sisanya ibu lanjut usia. Ibu-ibu ini menciumi aku dan bolak-balik bilang, “Masyaallah…” mereka Nampak sekali ingin kenalan. Aku bilang aja aku seorang Indonesia yang tinggal di London. Langsung mereka bilang,”Hajj… Hajj… Makkah… Makkah… Indonesian…” langsung aku paham kalau di musim haji di Makkah banyak ketemu orang Indonesia.. hehe.

Sebelum shalat aku sempatkan wudhu. Subhanallah, untuk pergi ke tempat wudhu aku harus melewati puluhan jama’ah laki-laki di berbagai shaf! Nggak dibayangin deh.. mana tampangku jauh sekali dat\ri rona-rona orang Turki. Yang tentu ajua makin ‘mengundang’ para jamaah untuk melihat kearahku dong! Nggak ge-er tapi kenyataan..weks! plus aku pakai baju warna lilac! What a perfect day!

Yah dengan muka merah padam karena malu harus melewati shaf laki-laki yang berjajar di halaman masjid-dan sudah rapi, aku masuk ke ke ruangan wanita yang cumin 5×5 meter –kuuuecil dan panass. Nggak bermaksud complain, tapi menurutku nggak adil sih. Tapi wajarlah kalau nggak dikasih ruangan. Toh jika dikasih paling-paling nggak ada juga jamaah putri yang dating. Jadi inget East London Mosque yang bakal berjubel tiap jumat. Sering aku nggak kebagian shaf untuk shalat, sampai-sampai shalatnya bergilir. Ironis banget ngelihat perbedaan muslim and non muslim country!

sumber majalah elfata


  1. ayu

    oh senang
    nya baru membaca udah kebanyang betapa nyaman udara yang seuk bayak masjid pula kapan ke sana ya

    Like

    • tahun depan barangkali😉

      Like

  2. terimakasih postingannya…..duh bar sadar saya kalau buuuanyak sekali salah ketik dan salah eja…semoga Allah mengampuni

    Like

    • sama2, terimakasih juga kunjungan dan comentnya
      iya ni maaf banyak yang salah ketik n eja, maklum amateur🙂

      Like




Silahkan tinggalkan komentar disini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: