Monthly Archives: March 2011

MAHAR (Kisah Nyata tentang Mahar Terindah berupa TAUHID)


Aku bertemu suami hampir sebelas tahun lalu semasa semester akhir di perguruan tinggi. Awal yang tak sengaja, saat aku kena tilang (Istilah untuk pelanggaran aturan lalu lintas) di jalan sepulang kuliah. Suami lah yang kala itu menilangku. Karena tergesa-gesa pulang, helemku yang usai dipinjam teman ketinggalan di parkiran kampus. Seminggu berikutnya, aku kena razia lagi, gara-gara lupa membawa SIM. Itulah aku, masih muda tapi pelupa. Belum lagi kebiasaanku yang ceroboh dan asal taruh makin menambah daftar hitam “sifat burukku”. Bapak dan ibu sering sekali menegurku. Dan saat razia ini lagi-lagi aku berhadapan dengan polisi yang sama. Ya suamiku itu.  Continue reading

PERUT GENDUT BANYAK RESIKONYA


Ini bukanlah celaan maupun olok-olok bagi yang punya perut gendut. Ini sekedar mengingatkan resiko apa saja yang bisa menimpa para pemilik perut gendut.

Memang, gemuk tak berarti jelek, namun gemuk bukan berarti sehat. Biasanya orang mengaitkan kegemukan dengan konsumsi makanan yang berlebihan, demikian pula sebaliknya. Sehingga tak salah bila mengaitkan besar kecilnya perut dengan pola makan seseorang. Perut (dari bagian di bawah dada dan diatas panggul) memang memiliki fungsi utama sebagai tempat pencernaan dan penyerapan makanan.

Penyebab Perut Gendut Continue reading

Dan BULAN pun TERSENYUM


Oleh : nisa_naz

 “Assalamualaikum. Ukhti bisakah keluar sebentar? Lihatlah langit, ada bulan sabit dengan dua bintang diatasnya. Subhanallah, indah sekali.”

Sms yang cukup panjang itu mampir di HP Annisa, beberapa waktu yang lalu. Annisa pun keluar rumah dan melihat langit. Benar, malam itu ada pemandangan langka. Bulan sabit tersenyum dengan berhiaskan dua bintang tepat diatasnya. Annisa lalu membalas sms Salma, sahabatnya, ”Iya Ukh, subhanallah, indah sekali. Syukron!” Continue reading

KENA BATUNYA (Kisah Nyata tentang Bahaya GHIBAH – menggunjing)


Tetanggaku satu ini, memang terbiasa lidahnya. Ada saja pembicaraan yang lantas jadi gosip-gosip murahan keluar dan lisannya. Ibarat radar, sinyalnya besar, ibarat wartawan ia jeli memilih berita, hingga oplah penjualan berita dari bibir ke bibir selalu bikin heboh warga sekitar.

Sebagai tetangga, kami semua sudah sering menegurnya meski dengan bergurau.

Nggak capai Bu, ngejar berita melulu? Wartawan saja pake libur, habis ngeliput. Njenengan (kamu) kok nggak ada capainya”. Continue reading

JANGAN AMBIL ANAKKU


(Sebagaimana diceritakan mbak Nun kepada Ummu Fatimah – Majalah Nikah Sakinah)

Aku menikah tiga belas tahun lalu. Dua tahun berikutnya, aku baru punya momongan. Maklumlah aku dan suami sama-sama sibuk, terlebih-lebih aku. Aku tak pernah bisa diam. Ada saja kegiatanku. Dari berdagang makanan di rumah hingga catering. Alhamdulillah, tak pernah sepi pesanan. Minimal, dua kali sebulan. Tak cuma itu, aku juga berdagang baju-baju dari rumah ke rumah di sela kesibukan warungku. Sementara suami sibuk dinas. Continue reading

Pakar Hadits dan Rektor yang Enggan Menaiki Mobil Dinas


Beliau adalah seorang pakar hadits dan fiqh, seorang yang zuhud dengan dunia dan wara’, seorang ulama peniti jejak salaf shalih Abdul Muhsin bin Hamd al Abbad al Badr. Beliau lahir di Zulfa pada bulan Ramadhan tahun 1353 H. Beliau belajar dan menyelesaikan jenjang sekolah dasar di Zulfa pada tahun 1371. Kemudian beliau berpindah ke kota Riyadh dan masuk di Ma’had Riyadh al Ilmi. Pada tahun ini pula Syeikh Ibnu Baz tiba di kota Riyadh dari daerah Kharaj dan ini adalah tahun pertama beliau belajar di ma’had ini. Setelah itu Syeikh Abdul Muhsin mengambil S1 di fakutas syariah Universitas Ibnu Suud di Riyadh. Continue reading

Using Euthanasia to end Suffering


Fatwa about “Using Euthanasia to end Suffering” i got from Portal of general Precidency of Scholarly Research and Ifta’, Kingdom of Saudi Arabia

Fatwa no. 19165
Q: I am requesting a Fatwa (legal opinion issued by a qualified Muslim scholar) in regard to a subject that was discussed on a medical program that I listened to. The subject was: Is it permissible for a patient who has no hope in recovering to request to die and should their request be fulfilled to end their suffering? The speaker said that if a cancer patient, for example, has no hope of recovery it is better for them to die. Is it permissible to fulfill a patient’s wish and kill them to end their continual pain? The speaker mentioned a book called, “Al-Huquq (Rights)”, and said that it is a human right to decide when their life should end, if their life has become a source of pain and suffering to them and others. What is the opinion of Islam on this matter? May Allah reward you with the best! Continue reading