Kehidupan ISLAM di BRISBANE AUSTRALIA


Oleh M. Andri setiawan,
PhD Student, The University of Queensland, Australia,
Vice President of IISB  (Indonesian Islamic Society of Brisbane)

Datang di Brisbane pertama kali, yang terbayang adalah satu diantara kota besar di Australia selain Sydney dan Melbourne. Tapi, di Pekan pertama tinggal disini, komentar saya tentang Brisbane adalah, “Wah ndeso nih…”

Ndesonya Brisbane adalah toko-toko di sini tutup lebih awal, apalagi akhir pekan. Meskipun sebenarnya sudah diceritain sama saudara yang pernah tinggal di Australia tentang hal ini, toh saya masih terheran-heran juga.

Di Indonesia, kita bisa lihat toko/warung buka sehari semalam bahkan 24 jam. Di Brisbane, jangan harap dapat menemukan toko seperti itu -kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit sekali. Pada akhir pekan, waktu yang biasanya disediakan untuk belanja pun sangat terbatas, kadang toko-toko malah tutup jam setengah empat sore😦 . Walaupun demikian, setelah beberapa pekan menjalani aktivitas keseharian, akhirnya bisa juga menerima keadaan”ndeso”tersebut.Malah sekarang,Alhamdulillah, saya bisa menikmatmnya, he..he.

Meski ini bukan kali pertama saya tinggal di negeri asing, tapi hidup di Australia, terutama di Brisbane memang cukup berbeda. Orang-orang Brisbane modelnya “aristrokat” alias bule yang suka basa-basi tidak seperti bule Eropa atau Amerika yang pernah saya temui. Gaya hidup mereka relatif “santai”, dan orang-orangnya cukup ramah. Begitu juga dengan kehidupan Muslim disini, cukup berbeda dengan di Indonesia.

MAKANAN YANG MAHAL

Mencari makanan yang halal bukanlah hal yang terlalu susah, meski tak semudah di Indonesia (ehmm… walau sebenarnya saya sendiri nggak terlalu yakin dengan makanan yang beredar di Indonesia, gambarannya Abon Sapi, tapi masyaallah isinya daging Celeng, huhu..). Meski tidak banyak, tapi disini kita dapat menemukan Butcher Halal untuk mendapatkan daging halal, kemudian kebab (tidak semua Kebab di Brisbane halal loh), Nandos (ayam bakar ala portugis), dan restoran-restoran muslim lainnya, termasuk juga warung makan Indonesia… hehehe… Yang paling menyedihkan adalah, harga makanan yang luar biasa mahal untuk ukuran orang Indonesia. Orang sini pun mungkin menganggapnya mahal, maka merupakan hal biasa dan lumrah ditemui, orang-orang baik yang bekerja di kantor, atau kuliah di kampus membawa bekal sendiri dari rumah.

BALAP GO KART BUAT MUSLIM MUDA
Poputasi muslim di Brisbane memang tidak sebanyak di Sydney. Meski demikian aktivitas kelslaman pun boleh dibilang tak sedikit. Memang hidup di negeri seperti Australia merupakan tantangan berat bagi dan keluarga muslim khususnya dan komunitas  muslim umumnya. Kehidupan sekuler, hedonisme, kegiatan hura hura sudah

menjadi ‘tradisi” terutama anak muda di sini. Walhasil, komunitas muslim pun banyak melakukan kegiatan yang menjaga pergaulan -terutama anak-anak muda Islam- agar tidak jauh dari agamanya.

Ada bermacam macam kegiatan yang diselenggarakan oleh masjid-masjid disini semisal Balap Go Kart ala Michael Schumacher untuk muslim muda hehehe…

Di Indonesia mana ada wadah muslim muda kok pake acara Go Kart? Kemudian ada pula program untuk membiasakan anak muda muslim untuk memiliki kemampuan retorika yang baik (semacam debat/diskusi). Lho kok anak muda di sini butuh seperti itu? Begini, dakwah di Australia memang sangat jauh berbeda dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia, dakwah sering dilakukan dengan pengajian di masjid-masjid, atau pengajian ibu-ibu di kampung dan lain sebagainya. Maka dakwah di Australia, tidak jarang dilakukan dengan cara mengambil stall di pasar murah. Di tempat
itu, kita melayani dialog dengan non muslim Australia. Kalau tidak mengetahui cara dakwah kepada non muslim (dengan latihan diskusi sebelumnya) bagaimana kemudian menghadapi mereka di stall tersebut? Tidak sedikit, orang orang yang kernudian masuk Islam karenanya. Hebat bukan?

SHOLATJUMAT DAN NASI BRIYANI

Hal lain yang saya nikmati dengan kehidupan muslim di Brisbane ini adalah ketika shalat Jumat. Saya sendiri baru berkesempatan dua kali mengikuti shalat Jumat di masjid, maklum lah, kampus saya relative jauh dari masjid. Setiap Jumat biasanya kita melaksanakan shalat Jum’at di aula kampus yang disewa untuk Jumatan. Hingga hari ini, saya masih terkagum kagum dengan beberapa saudara muslim dari negara lain atau Local Australian ketika mengisi khutbah Jumat. Kalau untuk urusan berbahasa lnggris sehari-hari, saya sih insya Allah pede dan lancer. Akan tetapi untuk sekedar mengisi kultum dalam bahasa lnggris, subhanallah, luar biasa susah tennyata, meski di Indonesia sudah sering mengisi kultum, akan tetapi, menyampaikan terminologi-terminologi Islam dalam bahasa lnggris bukan perkara mudah.

Kalau di Indonesia sih relative gampang, karena bahasa Indonesia cukup banyak menyerap kosa kata bahasa Arab, sehingga ketika menyampaikan hadits atau ayat Alquran, relatif gampang mengolah katanya, Akan tetapi ketika dihadapkan dalam bahasa Inggris, wah ketika bicara, lidah sampai ketekuk-tekuk, bingung mencari verb yang tepat hehehe.. Itulah mengapa, program semacam Speak Out (mengasah kemampuan bicara) dilatih oleh masjid-masjid di Brisbane sini.
Oh iya, Jumatan sendiri di Brisbane hampir selalu dilaksanakan jam 1 siang. Hal ini memberi kesempatan kepada orang-orang yang bekerja, atau kuliah, karena baru pada jam itu biasanya mereka istirahat, walaupun waktu dzuhur di Brisbane rata-rata pukul 12 siang. Selepas sholat Jumat, kalau di masjid-masjid, biasanya akan ada yang jualan Nasi Briyani, lumayan lah buat mengganjal perut, meski harganya juga tidak menjadi murah, hiks…
Insya Allah, kali lain, saya akan bercerita tentang khususnya komunitas muslim Indonesia, how they survived di Australia, khususnya Brisbane sini.

Dari elfata ed 7 vol 9


  1. Aidil Aliff

    Assalammualaikum
    Saya Aidil dari Malaysia..Insyaallah pada May 2013, saya akan berangkat ke AU untuk PhD saya dan saya juga mohon ke Queensland University. Persoalan saya adalah tentang
    1. kawasan kediaman untuk famili..bagaimana dengan bajet dan sebagainya
    2. persekolahan anak anak kerana saya akan membawa bersama anak anak saya dari usia 13 tahun hingga 6 tahun. Mungkin saudara dapat menbantu saya mengenal pasti sekolah yang berdekatan dengan kawasan kediaman yang sesuai..
    Sekian Wasalam
    (saudara dapat membalas catatan ini pada email saya anna.nocah@gmail.com

    Like

    • anda silahkan kontak 081 329 639 639 (redaksi majalah elfata) dan meminta kontak
      M. Andri setiawan,
      PhD Student, The University of Queensland, Australia,
      Vice President of IISB (Indonesian Islamic Society of Brisbane)

      Like

  2. mutia

    Assalamualaikum,
    Kenapa nama mesjid atau resto yg diceritakan di atas tidak disebut ya namanya? Biar lebih mudah.

    Like

    • iya, dari penulisnya seperti itu, a dapat dari majalah elfata

      Like

  3. kristianty nurmasari

    Assalammu’alaikum,,
    Saya sasa,belajar atau kuliah di australia adalh mimpi saya dr dulu,selain itu saya ingin skali mengembangkan atau mngasah kmampuan b.inggris saya.tp saya msh buta tentang australia,,mhon bantuannya,
    Trimakasih seblumnya,,wassalammu’alaikum

    Like

    • wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
      silahkan klik web resmi goverment aussie, ada info lengkap insyaallah

      Like

  4. Laras

    Assalamu’alaikum …
    Saya mau bertanya. Saya dengar dari beberapa Orang bahwa Brisbane itu kota yang rasis apalagi untuk Asian, nah sedangkan saya dalam waktu dekat ini Insya Allah akan study di sana. Saya cuman sedikit khawatir saja. Makasih infonya..
    Wassalamu’alaikum .. :))

    Like

    • wallahua’lam tentang hal itu
      barangkali bisa dapat info dari kedubes / KBRI mbak silahkan🙂

      Like

  5. Nice post. I learn something totally new and challenging on websites I
    stumbleupon every day. It’s always exciting to read through articles from other authors and practice a little something from other websites.

    Like

  6. hos

    Assalamu’alaikum w.w

    Saya baru 3 hari di Brisbane namun saya mau sholat Jum’at besok tgl 7 June 2013 tidak tahu harus kemana. Mohondapat dibantu dan saya tinggal di Royal on the Park hotel.

    Jazakumullah katsyiran.

    Like

    • wa’alaikumsalam warahmatuillahi wabarakaatuh
      coba cek ini http://www.halalfoodbrisbane.com/mosques.php
      waiyakum

      Like




Silahkan tinggalkan komentar disini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: