Ketika melihat sisi lain hidangan dari Istri


Kejadian sehaImageri-hari dalam rumah selalu saja ada banyak hal yang menarik. Apalagi dalam kehidupan rumah tangga yang menyatukan dua insan yang masih saling beradaptasi dalam membina rumah tangga. Pertemuan dua kepribadian berbeda tentunya akan menjadikan satu sama lain mencoba menyesuaikan untuk kenyamanan bersama.

Persepsi dari seseorang memang kadang terpengaruh oleh lingkungan dan pengalaman sebelumnya. Itu bisa saja menjadi pengaruh yang menjadikan persepsi terhadap sesuatu menjadi baik ataupun sebaliknya kembali pada individu yang memaknainya.

Salah satu penilaianku adalah pada hidangan yang disiapkan oleh istriku. Hidangan yang kemudian disajikan dengan ditemani senyum khasnya. Hidangan dalam piring tersebut oleh istriku sering dihiasi dengan beberapa pernik-pernik. Pada nasi goreng misalnya, nasi akan di buat rapi melingkar kemudian diatasnya dikasih hiasan dari tomat yang diiris tipis kemudian dibentuk bunga dan diletakkan disaping telur mata sapi yang atasnya dikasih sayuran hijau kecil yang masih segar. Pada makanan pengisi waktu luang, seperti pisang goreng, pisang akan di desain menarik kemudian ditaburi keju dengan taburan yang menurutku tidak asal tabur namun dengan pengaturan agar bisa terlihat menarik, pun ketika pisang tersebut dikombinasikan dengan coklat maka coklat akan menjadi hiasan layaknya assesoris pelengkap karya seni.

Pada awalnya dulu aku sering menggumam dalam hati, kenapa sih harus ribet begitu, toh nanti juga akan dimakan habis. Gumaman dalam hati itu terbesit dari seorang yang baru melepas masa lajangnya, plus selama lajang dulu tinggal di kos yang tentunya terbiasa dengan sesuatu yang praktis (harap maklum🙂 ). Memang sih kalau dipikir-pikir kenapa juga tak ambil mudahnya saja. Makanan dihidangkan biasa lalu dimakan bersama. Apalagi ketika aku melihat istriku membuat puding. Salah satunya yaitu puding melingkar yang dibuat dua lapis dengan dua warna berbeda dan didalamnya ada strawbery yang dibelah dua. Saat disajikan akan dipotong ukuran kecil dan dihidangkan dengan balutan susu sebagai pengganti fla. Mmmm…. tentunya jauh dari kata praktis tentunya.

Pandanganku tentang ribetnya persiapan dan penghidangan makanan tersebut muncul sampai beberapa hari. Sampai pada suatu ketika saat setelah sholat dhuhur berjamaah pada jam istirahat siang aku berbincang ringan dengan teman-teman. Waktu itu obrolan ringan membicarakan tentang tempat wisata yang pernah dikunjungi bersama. Beberapa tempat sempat terabadikan dalam kamera HP. Sambil ngobrol temanku menunjukkan foto anaknya yang beranjak sekolah dasar. Giliran aku menunjukkan foto pantai berpasir putih yang aku datangi bersama istri dan rombongan RT di kontrakanku. Waktu melihat foto tersebut ada foto nasi goreng yang dihidangkan istriku. Dari situ temanku bertanya,”Ini makan dimana?”. “Di rumah”, jawabku enteng. Ternyata temanku mengucapkan sesuatu yang tak terduga, “waa.., romantis ya, istrimu kalau menghidangkan makanan dihiasi seperti itu?”. Kujawab, “Iya, sering seperti itu”. Lalu kuceritakan seperti apa yang aku tulis diatas tadi kurang lebihnya. Ternyata temanku merespon positif dan menyatakan kekagumannya tentang hidangan yang dibuat menarik seperti itu.

Selang beberapa waktu aku pun terpikir ungkapan kekaguman yang terceletuk dari temanku tadi. Iya… ya… tak semua istri seperti itu, bahkan temanku tadi menganggapnya sebagai sesuatu yang romantis dan ungkapan kasih sayang terhadap suami. Ternyata persepsiku selama ini salah. Langsung setelah itu aku pun berubah persepsi. Bahkan setiap istriku menghidangkan makanan aku tunggu kreasi apa yang akan dikeluarkan. Juga sering jadi kebanggaanku pada teman-temanku ketika membicarakan masakan istri disela-sela istirahat. Kadang mereka ada yang mengeluh ini itu tentang masakan tumah. Dalam hati ku hanya bergumam, mmm… belum tahu istriku nie😉

ana uhibbuki fillah yaa zaujati… Barakallhufiik…


  1. Ardi

    hmm,,mintakk donggg,,^_^

    Like

    • mainlah ke rumah, ntar bisa ngimbrung kok😉

      Like

  2. fotonya….

    Like

    • maaf untuk kalangan sendiri, tidak di publikasikan🙂

      Like

  1. 1 KUMPULAN KISAH NYATA | enkripsi

    […] Ketika melihat sisi lain hidangan istri […]

    Like




Silahkan tinggalkan komentar disini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: