Saya Harus Membuang Air Susu Saya, Bu … :(


Untitledoleh : Ustadz Abu Hamzah

Kisah ini didapatkan dari Riyadh Saudi Arabia. Di sebuah desa Huraimla, ada seorang wanita yang sudah dinyatakan oleh Dokter terkena kanker darah, kondisi fisiknya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Untuk merawat dirinya dan memenuhi semua keperluannya, dia mendatangkan pembantu dari Indonesia.

Pembantu ini adalah seorang wanita yang taat beragama. Satu minggu setelah bekerja, majikan merasa pekerjaannya dianggap bagus. Majikan wanita selalu memperhatikan apa yang dia kerjakan. Suatu waktu si majikan memperhatikan kelakukan aneh si pembantu. Pembantunya ini sering sekali ke kamar mandi dan berdiam cukup lama. Dengan tutur kata yang lemah lembut si majikan bertanya. “Apa yang sebenarnya engkau lakukan di kamar mandi?” Pembantu itu tidak menjawab, tetapi justru menangis tersedu-sedu. Si majikan menjadi iba dan kemudian menghiburnya sambil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya pembantunya itupun bercerita bahwa dirinya baru 20 hari melahirkan anaknya. Karena desakan ekonomi itulah dia terpaksa berangkat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. “Saya harus membuang air susu saya Bu, kalau tidak dibuang dada saya terasa sesak dan penuh karena tidak disusu oleh anak saya.” Air susu yang menumpuk dan tidak tersalurkan itulah yang membuatnya sakit sehingga harus diperas dan dibuang di kamar mandi. “Subhanallah, Anda berjuang untuk anak dan keluarga Anda!!!” kata majikan.

Ternyata majikannya tidak seburuk seperti yang diceritakan di koran-koran atau televisi. Seketika itu juga si majikan memberikan gajinya secara penuh selama 2 tahun sesuai dengan akad kontraknya dan memberikannya tiket pulang. “Kamu pulanglah dulu, uang sudah saya berikan penuh untuk 2 tahun kontrakmu, kamu susui anakmu secara penuh selama 2 tahun dan jika kamu ingin kembali bekerja kamu mengubungi telepon ini sekaligus saya akan mengirim uang untuk tiket keberangkatanmu .” “Subhanallah, apa Ibu tidak apa- apa saya tinggal?” Si majikan waktu itu hanya menggelengkan kepala dan berkata bahwa apa yang kamu tinggal lebih berharga dari pada mengurus saya.

Setelah pembantu itu pulang, majikan mengalami perubahan luar bisa. Pikirannya menjadi terfokus pada kesembuhan, dan hatinya menjadi sangat senang karena dapat membantu orang yang sedang kesulitan. Hari-harinya tidak lagi memikirkan sakitnya lagi, yang ada hanyalah rasa bahagia.
Sebulan kemudian dia baru kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol. Dokter yang menanganinya segera melakukan pemeriksaaan mendetail. Tapi apa yang terjadi? Dokter yang menangani awal tidak melihat ada penyakit seperti diagnosa sebelumnya. Dia tidak melihat ada penyakit kanker darah yang diderita pasiennnya.

Dokter itu terkagum-kagum, bagaimana mungkin bisa sedahsyat dan secepat itu penyakitnya bisa sembuh, apalagi kanker darah. Apa telah terjadi salah diagnosa? Akhirnya Dokter itupun bertanya, apa sebenarnya yang telah dilakukan oleh pasien. Wanita itupun menjawab, “Saya tidak melakukan apa-apa dengan sakit saya, mungkin sedekah yang telah saya lakukan ke pembantu saya telah membantuku sembuh, nyatanya setelah saya menolong hati saya menjadi lebih bergairah untuk sembuh dan hidup, saya mempunyai pembantu yang sedang menyusui anaknya tapi susu itu tidak dapat disalurkan dan harus dibuang di kamar mandi.” Saya menangis apabila mengingat akan keadaannya, akhirnya pembantu itu saya suruh pulang agar bisa menyalurkan air susunya dan dia sehat dan anaknya juga bisa sehat. Mungkin dengan itu akhirnya sakit saya sembuh Dokter.

Dokter itupun akhirnya tersadar, bahwa diagnosa dan sakit apapun bisa sembuh karena Allah سبحانه و تعالى memang menghendakinya.

‘Obatilah orang yang sakit dengan sedekah.’Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya …

dari web bina masyarakat


  1. ainul hayat

    masyaAllah…cerita yang sgt indah.jzkk atas perkongsian

    Like

  2. iya nie salut ju, waiyakum
    untuk kumpulan kisah nyata lain silahkan klik https://enkripsi.wordpress.com/kisah-nyata
    selamat menikmati😉

    Like

  3. ummu afif

    subhanallah keajaiban sedekah….

    Like

    • iya bener banget, sudah banyak bukti nyatanya, yuk kita ikuti😉

      Like

  4. anny

    mantab jaya…mari banyak berodaqoh.. \(^_^)/

    Like

    • iya, banyak hadits yang menerangkan tentang keutamaan shodaqoh namun kita seolah melupakannya
      setuju ikut ajakanmu

      Like

  5. subhannallah,,

    Like

    • nice true story ya, mantab nian nie😉

      Like




Silahkan tinggalkan komentar disini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: