Sepenggal Cerita di Negeri Unta


 syukurku padaMu Rabb,  :)Alhamdulillah, aku dapat pengalaman yang lebih dan sangat berkesan daripada orang-orang di sekitar kampung halamanku. Pengalaman itu adalah menginjakkan kaki di tanah suci, sebuah kota dambaan setiap muslim di seluruh penjuru dunia. Aku sangat bahagia walaupun aku hanya sebagai pekerja bangunan di perluasan Masjidil Haram, Mekkah, KSA, satu-satunya negara di dunia yang menegakkan hukum Islam. Itulah alasan kenapa aku memilih negara ini sebagai tujuan safar.Karena begitu besar keutamaan shalat di Masjidil Haram, aku berupaya menjadi TKI legal (resmi) di Saudi. Tak lupa Haji Dan Umrah menjadi bonus istimewa meskipun aku tak berkewajiban kalo dilihat dari sisi kemampuan berbekal.

Berawal dari test kelayakan kerja, passport, sampai visa aku jalani kurang lebih 7 bulan di Jakarta Timur. Waktu yang tidak sebentar jika dibandingkan dengan teman-temanku yang mendaftar bareng aku. Mereka rata-rata hanya menunggu 4 bulanan untuk proses keberangkatan. Itu karena usiaku yang belum sampai 22 tahun ketika itu, sehingga harus sedikit banyak merubah data (kelahiranku yang asli 1992 dirubah jadi 1989). Sponsor (Calo) yg mndaftarkanku ke PT penyalur TKI bilang, ”semua gampang, pihak imigrasi dan pihak PT Penyalur tuh yang penting wani Piro.” Sedih dan jengkel melihat prosedur birokrasi di negeri ini. tapi seneng juga perasaanku saat itu karena yakin bisa bakal berangkat ke Saudi.

Berada di Jakarta 7 bulan juga menyimpan banyak pengalaman unik, sedih, dan mengesankan bagiku. Selama itu aku nggak pulang kampung karena kalo pulang kampung nanti takut pada banyak tanya-tanya, “ada apa?” Akhirnya passport, visa dan semua perlengkapan selesai. Aku terbang tanggal 30 Juni 2012. Jadi habis 7 jutaan, nunggu 7 bulanan, dan bulan ke-7 aku di KSA. Angka yang menurutku gampang buat diingat tapi bukan angka keberuntungan lho.

Cukup Dua Minggu

Sampailah aku di Jeddah jam 10-an malam. Kami di bandara “diperiksa” passport dan visa (yg istilahnya aku lupa) sampai jam 2 pagi. Yah waktu yang lama, ketika itu pengunjung Saudi sangat padat, dari yang melancong, kerja, hingga umrah. Kami dijemput utusan PT Saudi Bin Laden. Mungkin ada yang penasaran bagaimana nanti berkomunikasi dengan orang-orang di Saudi? Aku dan rombongan 11 orang dari Indonesia mengaku hanya bermodal berani dan tekad kuat agar bisa haji. Hanya aku dan salah 1 temanku yang ada sedikit banyak belajar bahasa arab. Yah bgitulah uniknya kita orang..

Jam 4 pagi kami sampai di Camp Saudi Bin Laden di Rusaefah, Makkah, KSA. Aku tinggal di asrama atas 2 mingguan. Setelah itu dipindah ke hotel Khalidiyah sekitar 2 mingguan dan akhirnya pindah lagi di Camp Bin Laden, Rusaifah tapi di sakan nusf (Tengah) sekitar 2 tahun (sampai masa kontrak habis). Aku tinggal bersama orang Indonesia yang sudah lama di sana. Hampir Hari-hari para TKI isinya kerja, istirahat, masak, makan, tidur, bangun, kerja, istirahat, masak, makan, tidur dan seterusnya. Jadi boleh dibilang aku merangkap sebagai kepala rumah tangga, juga ibu rumah tangga, sekaligus anak rumah tangga.

Pengalaman unik baik yang menyenangkan dan menyedihkan aku jalani dengan mengharap agar aku dijadikan-Nya ridha. Di awal kerja sedikit banyak perlu adaptasi dengan medan dan rekan kerja. Cara berkomunikasi juga cara memahami watak seseorang harus segera dipelajari. Alhamdulillah sekitar 1-1,5 bulanan aku bisa beradaptasi.

Bahasa percakapan keseharian yang kami gunakan sangat jauh dari bahasa percakapan yang dipelajari di bangku sekolahan (fushah). Dipengaruhi dari bermacam dialeg bangsa (Mesir, Pakistan, India, Bangladesh, Filipina, dll) menjadikan keunikan tersendiri. Mendengar percakapan bahasa Arab yang sama sekali tanpa grammar, tanpa kaidah, yang penting sama-sama pahamnya, menggelitik telinga mereka yang pernah belajar bahasa Arab walau cuman sebentar belajarnya.

Kalo boleh dibilang, misalkan kita pengen bisa bercakap dengan pekerja disana, cuman butuh waktu 2 minggu dijamin bisa. Cukup 10-an kosakata bisa mewakili apa yang diinginkan. Padahal `idad lughah (program persiapaan bahasa) yang ada di indonesia rata-rata minimal 2 tahun. Nah ini 2 minggu? Kasihan & jengkel juga misalkan ketemu orang-orang Indonesia yang sudah lama di sana, mereka berlagak sudah mahir bahasa Arab padahal cuman bahasa pasaran.

Tiada Gading….

Makanan pokok orang saudi dan juga orang-orang timur tengah adalah gandum yang dijadikan khubzun (roti). Makannya dicampur kentang (kadang cuman digoreng kadang di sayur ala saudi), ayam, sayuran, daging, kurma, selai, dll. Alhamdulillah aku sering makan seperti mereka, jadi nggak sia-sia misalkan jauh-jauh ke Saudi. Unik kalo orang-orang indonesia terutama jamaah umrah atau haji, jauh-jauh ke sana makannya masih indomie, tempe, dan bakso. Kalo boleh dibilang sebenarnya malah murah makanan orang sana daripada makanan khas indonesia, wajar saja karena semua kudu ngimpor. Jadi kalo di sana mending makan makanan khas sana saja biar nggak sia-sia dan juga biar punya cerita…!!!

kebanyakan orang yang mukim di kota Mekkah adalah pengunjung (umrah), pekerja, dan pelajar. Boleh dibilang kalo Mekkah adalah “tanah suci,” akan tetapi tidak mungkin dan tidak bisa tanah tersbut “mensucikan orang-orang yang tinggal di dalamnya.” Jadi orang yang nggak shalat, nggak puasa, orang jahat, pencuri, dan perampok juga ada, walaupun cuman sedikit dan tidak terdeteksi.

Dalam 2 tahun HP-ku hilang dicuri 3 kali, tertinggal terus hilang 1 kali. Temanku pernah dirampas tas kecilnya yang berisi uang dan ipad pas pulang kerja jam 2 pagi. Orang-orang jahat tersebut leluasa dan memanfaatkan sikon yang ada. Umumnya pengunjung Masjidil Haram mengira nggak ada pencuri sehingga kurang hati-hati membawa ataupun menaruh barang-barang berharganya.

Yah demikianlah keadaannya, di manapun tempat pasti ada orang jahat. Kalo nggak ada orang jahatnya entar nggak tahu mana orang baiknya, “manisnya sesuatu dapat diketahui oleh pahitnya sesuatu tersebut,” demikian ungkapanku. Akan tetapi tingkat tindak kriminalnya sangat kecil, banyak orang cuman berani adu mulut tetapi tidak pernah sampai adu tangan (saling jotosan). Itu semua karena hukumannya berat kalo sampai ke pihak kepolisian di sana. Jadi kalo berkunjung atau kerja ke sana nggak usah takut didhalimi, tetapi tetep harus waspada dan terus jaga diri dari bahaya!!

Kebanyakan aktivitas di sana dilakukan di malam hari. Kala siang hari jalanan sepi, nggak ada orang kecuali sedikit. Para pedagang rata-rata membuka tokonya ba’da ashar, kecuali yang dekat Masjidil Haram jam 10-an pagi sampai 11-an malam, ada juga yang 24 jam. Ketika terdengar adzan, banyak pedagang yang segera menutup tokonya, pekerja segera meninggalkan tempat kerjanya meski ada juga yang masih tetap asyik bekerja karna cintanya pada dunia.

Didik Nugroho


  1. Pengalaman yg sangat mengesankan semoga anda berhasil mencapai cita2 dan selalu sehat,dan menjaga nama baik bangsa Indonesia.Alhamdulillah saya pernah berkunjung ke KSA menjadi Jemaah Haji pada bulan november-Desembar 2012,dan saya bertemu dengan orang Indonesia yg menjadi karyawan perusahaan Bin Laden,dan saya juga bertemu dengan pengawas proyek Bin Laden yg tinggal di haffaer,terima kasih.

    Like

    • Amin pak
      Btw itu kisah dari sahabat yang dimuat di majalah elfata🙂

      Like




Silahkan tinggalkan komentar disini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: