Sisi Lain Sebuah Perjalanan Akademik (5)


Kisah Prof. Andy Bangkit Setiawan, M.A., Ph.D

a“Mamonaku Hiroshima….Hiroshima desu…”

Begitulah suara pemberitahuan di dalam kereta super expres Shinkansen yang saya naiki dari Nagoya ke Hiroshima. Ya…saya dalam perjalanan menuju Hiroshima dalam rangka memenuhi undangan Prof. Nakamura untuk datang ke Hiroshima University. Saya “babar blas” (sama sekali) belum pernah ke Hiroshima, apalagi ke Hiroshima University. Saya hanya berpandu pada secarik kertas urek-urekan yang berisi arah perjalanan dari Stasiun Hiroshima ke kampus Hiroshima University yang saya tulis dengan tergesa-gesa sebelum saya berangkat tadi pagi. Berangkat dari Nagoya sekitar jam 8 pagi, dengan harapan saya bisa sampai di Hiroshima University setelah jam makan siang. Benar-benar perjalanan yang penuh rasa deg-degan….

Sesampainya saya di stasiun Hiroshima, saya ikuti petunjuk yang telah saya tulis…saya ambil kereta lokal ke arah Saijo. Ya…Hiroshima University yang saya tuju letaknya ada di luar kota Hiroshima. Tepatnya di kota Higashi Hiroshima dengan pusat kota Saijo. Lumayan lama perjalanan dari Hiroshima ke Saijo dengan kereta lokal ini…kurang lebih 1 jam. Sesampainya saya di stasiun Saijo, saya oper dengan bis menuju kampus. Turun di halte depan Graduate School of Education, saya pun kemudian menapaki tangga kecil menuju parkiran kampus…dan dilanjut menuju gerbang…

“Maaf, gedung A sebelah mana?”

Begitu kata saya kepada satpam dengan bahasa Jepang. Yah salah satu pelajaran yang saya dapatkan selama mencari-cari profesor dan tempat untuk sekolah lagi ini adalah bahasa Jepang saya untuk diplomasi makin lancar.

Dengan sigap si bapak satpam memberi tahu arah ruangan Prof. Nakamura….deg deg deg…terus terang saya deg-degan saat melangkahkan kaki ke tangga menuju ruang beliau. Dan…akhirnya sampai juga di depan pintunya.

Tok tok tok…

“Silahkan…”, kata suara dari dalam ruangan

“Maaf saya Andy Bangkit yang dari Nagoya…”

“Ya ya…saya sudah tunggu….masuk…”, sambut beliau ramah.

setelah saya duduk, beliau kemudian mengambil setumpuk kertas yang sangat familiar isinya bagi saya. Ya…itu adalah fax-faxan proposal penelitian saya dulu.

“Saya sudah baca tulisan kamu…saya kaget, kok orang Indonesia ada ya yang meneliti seperti ini. Kamu sudah baca buku apa saja?”

“Yang saya baca pertama-tama dulu buku-bukunya Maruyama Masao…kemudian ada buku-bukunya Hermans Oms, Minamoto Ryoen, Ishida Ichiro dan lain-lainnya…”, terangku.

“Bagus…gimana menurut kamu tulisannya Herman Oms?”

“Bagus sih sensei, dia menulis tentang Yamazaki Anzai kan?”

“Betul…”, jawab beliau sambil tersenyum.

“Menurut saya, sudut pandangnya sangat Barat sekali…”

“Ya memang ada unsur itu dalam bukunya…bagaimanapun dia adalah sosiolog sehingga dia akan mengkomparasi dgn masyarakat yang terdekat dengannya…”

akhirnya saya banyak berdiskusi dengan Prof. Nakamura tentang penelitian sejarah intelektualitas yang kita geluti.

“Oiya…coba kamu pilih buku yang ada di rak buku ini…apa saja…kemudian coba kamu baca dengan suara ya…”

“Bbbaik…”, jawabku gugup karena tidak disangka bakal di tes kemampuan disitu.

Saya pun memilih-milih yang kira-kira tema pembahasannya familiar supaya tidak banyak technical terms yang tidak saya ketahui. Akhirnya saya pilih buku tentang sistem politik dan saya baca…lumayan lancar….alhamdulillah.

“ok…ini sudah waktunya makan siang…kita lanjutkan ngobrol sambil makan siang saja yuk!”, ajak beliau.

Sayapun mengikuti beliau dari belakang menuju kantin mewah (yang setelah saya kuliah di situ beneran saya ketahui bahwa itu adalah kantin hotel/penginapan kampus di belakang hall Satake).

“Itu adalah perpustakaan pusat Hiro-Dai…di situ banyak buku yang kamu bisa baca…”, jelas beliau sambil menunjukkan ke saya sebuah bangunan besar 3 lantai. Ternyata bangunan itu masih menjulang ke bawah tanah 3 lantai…benar-benar luar biasa…isinya buku semua…

Setelah makan siang, kita kembali ke ruangan prof. Nakamura.

“Ok…saya sudah dengar cerita kamu…nah sekarang kamu mau sekolah di sini, begitu ya?”

“Iya sensei…saya ingin belajar tentang ini semua…di sini…”

“sampai tingkat apa?”

“saya bisa belajar sampai selesai master saja sudah sangat saya syukuri…tidak pernah bagi saya terbayang untuk kuliah pasca sarjana…”

“Lalu, mengenai dananya bagaimana?”

“Begini sensei, saya mendapatkan info tentang beasiswa pemerintah Jepang untuk program UtoU. Hiroshima University punya MoU dengan universitas Indonesia dan berdasar itu bisa digunakan untuk mengajukan beasiswa bagi saya…”

“Sistem seperti itu baru saya dengar…bukankah biasanya tes di kedutaan?”

“iya tetapi untuk sistem UtoU memang tidak perlu tes di kedutaan tetapi melalui rekomendasi dari sensei”

“Coba saya cari tahu dulu…kalau kamu punya informasi kamu juga bisa kirimkan ke saya. Begini saja…kamu luluskan dulu diri kamu dari UI, nanti bila sudah dekat-dekat waktunya lulus kamu kabari saya via email ya…”

“Baik sensei…terima kasih…”

Begitulah..saya kemudian pulang ke Nagoya tanpa membawa surat perjanjian bakal di terima di sana atau surat yang menjamin saya akan belajar lagi di sini. Hanya sebuah janji…dari beliau kepada saya…itu saja.

Sebulan setelah kejadian ini saya pulang ke Indonesia untuk melanjutkan studi di UI. Dan cerita selanjutnya di mulai dari kepulangan saya ke Indonesia dan dimulai pengerjaan skripsi saya di bawah bimbingan Prof. I Ketut Surajaya yang penuh pelajaran…bukan tentang perkuliahan tetapi tentang falsafah dan idealisme sebagai seorang akademisi… #tunggu nanti bentar saya upload juga ya🙂

Kelanjutan kisah silahkan klik Sisi Lain Sebuah Perjalanan Akademik  (6)

Sumber : Note Prof. Andy Bangkit Setiawan, M.A., Ph.D




    Silahkan tinggalkan komentar disini :)

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: