Ketika Aurat Diumbar


Seorang gadis remaja tampak gelisah, setelah ia menyadari bahwa ia telah baligh. Karena, dalam pengajian anak-anak sepekan sekali di masjid, ustadz-nya selalu menekankan wajibnya mengenakan jilbab bagi wanita yang sudah dewasa. Kewajiban itu, sama hukumnya seperti shalat lima waktu. Berpahala jika dikerjakan, dan berdosa jika ditinggalkan. Keinginan untuk berjilbab pun sangat kuat dalam hatinya. Beruntung kedua orangtua mendukungnya, hingga saat SMP ia sudah bisa mewujudkan niatnya.

Pendidikan agama dan penekanan wajibnya jilbab sejak dini, sangat penting untuk menyadarkan wanita terhadap pentingnya jilbab. Sebaliknya, minimnya pendidikan agama akan membuat seorang wanita begitu mudah menyepelekan jilbab. Meskipun demikian, ada pula wanita yang baru mendalami agama setelah dewasa, kemudian memutuskan berjilbab setelah mengetahui hukumnya. Namun sayang, jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah kaum muslimah di Indonesia ini, yang berjilbab atas dasar agama dan karena kesadarannya sendiri, termasuk sangat sedikit.

hijabMasih lebih banyak wanita muslimah yang mengumbar aurat dan menanggalkan jilbab. Ini adalah bukti bahwa sebagian besar umat Islam ini masih tidak mengerti terhadap ajaran agamanya. Karena nyata-nyata perintah berjilbab itu diturunkan langsung dengan firman Allah l, dan termuat dalam kitab suci AlQuran. Allah l berfirman,

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.’”(al-Ahzab: 59)

Ayat ini merupakan perintah yang sangat jelas kepada wanita-wanita mukminat untuk mengenakan jilbab. Adapun yang dimaksud dengan jilbab adalah milhafah (baju kurung) dan mula’ah(kain panjang yang tidak berjahit). Di dalam kamus al-Muhithdinyatakan, bahwa jilbab itu seperti sirdaab(terowongan) atau sinmaar (lorong), yakni baju atau pakaian longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutup pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.”[Kamus al-Muhith]. Sedangkan dalam kamus al-Shahhah, al-Jauhari mengatakan, “Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebut dengan mula’ah (baju kurung).”[Kamus al-Shahhah, al-Jauhariy]

Sedangkan dalam ayat lain, Allah l berfirman,
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.’”(an-Nuur: 31)
Ayat-ayat tersebut sekaligus menjadi bantahan bagi sebagian orang yang mengatakan bahwa berjilbab bukanlah kewajiban agama, melainkan hanya produk budaya Arab yang kemudian banyak ditiru oleh kaum muslimin.
Saat Jilbab Ditanggalkan

Berikut ini beberapa hal yang akan timbul apabila jilbab ditanggalkan:
– Tidak ada bedanya penampilan wanita muslim dengan kafir
Allah l memerintahkan kaum muslimah untuk berjilbab, salah satunya adalah agar mereka lebih dikenal dan diketahui sebagai muslimah. Jadi, jilbab sesungguhnya adalah pakaian identitas seorang muslimah. Pakaian inilah yang membedakan seorang wanita Islam dengan wanita kafir. Dengan pakaian ini, jelas wanita akan tampak lebih berharga dan terhormat, dibandingkan wanita yang mengumbar auratnya. Sebagaimana barang dagangan, biasanya yang tertutup dengan rapi, lebih berharga dan lebih mahal daripada yang diobral dan bisa dijamah semua orang.

– Menjadikan wanita hilang rasa malunya, terjajah oleh mode dan dieksploitasi
Seorang wanita yang tidak berjilbab, biasanya akan berpakaian mengikuti tren atau mode yang berkembang. Padahal mode berpakaian itu selalu berubah-ubah, meskipun sama-sama mengumbar aurat. Berbagai model pakaian modis dan terlihat seksi ingin dibeli dan dipakainya. Karena itu, saat ini, marak anak-anak remaja yang berpakaian “kurang bahan” dan bergaya ala artis. Tentu ini sangat memprihatinkan.
Di sisi lain, banyak wanita yang kebetulan memiliki tubuh indah dan wajah cantik, tergiur untuk menjadi fotomodel, bintang iklan atau mengikuti berbagai kontes kecantikan. Yang dinilai dari mereka cuma tinggi badan, lingkar dada, dan segala hal yang sifatnya fisik, bukan intelektualitas serta akhlak. Di sana aurat perempuan diumbar di bawah lensa kamera, rasa malu dibuang jauh-jauh. Sebenarnya, itu semua adalah penghinaan bagi martabat kaum wanita. Wanita hanya dijadikan pelaris barang dagangan. Sayang, demi uang, banyak wanita yang tidak merasa terhina, dan malah bangga menjalani profesi itu.

– Maraknya pelecehan dan tindak asusila terhadap wanita
Saat ini sangat marak diberitakan berbagai kasus pelecehan seksual maupun tindak perkosaan terhadap kaum wanita. Dalam berbagai kasus tersebut, kesalahan bukan 100% dari pihak lelaki, karena kadang wanita juga berperan dengan berpakaian minim dan merangsang.
Sebenarnya, dengan berjilbab, seorang wanita telah “membantu” kaum Adam untuk menjaga pandangannya dari hal yang diharamkan. Sebaliknya, dengan mengumbar aurat, seorang wanita juga telah memancing laki-laki untuk mengumbar pandangan dan hasrat seksualnya. Mereka memancing para lelaki untuk “mengganggunya.”

– Termasuk golongan penghuni neraka
Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat, bahwasanya Rasulullah n bersabda;

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk unta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.”(Riwayat Muslim)

Di dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi berkata, “Hadits ini termasuk salah satu mukjizat kenabian. Sungguh, akan muncul kedua golongan itu. Hadits ini bertutur tentang celaan kepada dua golongan tersebut. Sebagian ulama berpendapat, bahwa maksud dari hadits ini adalah wanita-wanita yang ingkar terhadap nikmat, dan tidak pernah bersyukur atas karunia Allah. Sedangkan ulama lain berpendapat, bahwa mereka adalah wanita-wanita yang menutup sebagian tubuhnya, dan menyingkap sebagian tubuhnya yang lain, untuk menampakkan kecantikannya atau karena tujuan yang lain. Sebagian ulama lain berpendapat, mereka adalah wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menampakkan warna kulitnya (transparan)…mereka digelung dengan kain kerudung, s, atau yang lainnya, hingga tampak besar seperti punuk .”

Demikianlah, wanita-wanita yang disebutkan dalam hadits tersebut kini telah bermunculan. Semakin lama semakin banyak. Mereka ada di televisi, koran, majalah, internet, dan di panggung-panggung hiburan. Mereka senang dan bangga jika para lelaki terpesona dan mabuk kepayang dengan kecantikannya. Padahal, balik itu ancaman sebagai penghuni neraka sudah jelas di depan mata….Wallaahu a’lam.

Sumber: Rubrik Lentera, Majalah Sakinah, Vol. 10 no. 8
http://majalahsakinah.com/2013/07/ketika-aurat-diumbar/




    Silahkan tinggalkan komentar disini :)

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: