Archive for the ‘mancanegara’ Category


Teroris… Sebuah kata yang hari ini digunakan untuk memaksa muslim mengakui apa yang tidak mereka lakukan –setidaknya mayoritas umat muslim-. Sebuah propaganda yang disebarkan untuk menghakimi bahwa Islam adalah agama yang menyebarkan kekerasan.

Kenyataannya, tingkat pembunuhan di hampir seluruh negeri-negeri Islam sangat jauh dibawah pembunuhan yang terjadi di Amerika Serikat saja.

Sepanjang abad 20, Kristen Eropa memiliki rekam jejak yang sangat mengerikan. Puluhan juta nyawa melayang akibat perang dunia dan penjajahan. Walaupun ada yang menyatakan, peperangan yang dilakoni bangsa Eropa di abad ke-20 tidak dilator-belakangi agama, tapi karena nasionalisme, kenyataannya nasionalisme dan agama di Eropa berhubungan sangat erat. Continue Reading »


Kisah Prof. Andy Bangkit Setiawan, M.A., Ph.D

aAkhirnya, bulan September 2002 saya berangkat ke Nagoya Jepang. Bayangan akan belajar di sebuah universitas di Jepang yang akan memberi saya pengalaman berbeda dengan di Indonesia membuat saya semakin bersemangat. Berbekal tiket gratis dan uang saku gratis 😛

Sampai di sini, tentu saja nggak ada yang membayangkan anak seorang pedangan biasa di sebuah kota kecil di daerah bisa KULIAH…iya KULIAH di luar negeri. Bukan untuk jalan-jalan tetapi untuk menuntut ilmu. Oleh karena itu, sesampainya saya di Nagoya, yang ada dipikiran saya adalah saya mengambil sebanyak mungkin apa-apa yang tidak mungkin saya dapatkan selama belajar di Indonesia…apa itu? Oleh-oleh? Barang elektronik? wooo bukan Brow…tapi ilmu yang akan saya pelajari dan saya bawa pulang ke Indonesia lagi. Continue Reading »


Kisah Prof. Andy Bangkit Setiawan, M.A., Ph.D

1_sakura-sakura__494_x_370_Tahun 1999 ketika saya masuk UI, kondisi UI sedang pembenahan sehingga salah satu efeknya adalah munculnya dana DPKP yang selangit jumlahnya itu. Akan tetapi, rupanya program penyedotan dana ini tidak dibarengi sistem yang dapat memberikan solusi ketika terjadi stagnasi. Misalnya ketika ada mahasiswa yang tidak mampu, maka semua seleksi boleh tidaknya mahasiswa tersebut mendapat keringanan SPP dan lain-lainnya masih tersentral di rektorat. Continue Reading »


Kisah Prof. Andy Bangkit Setiawan, M.A., Ph.D

indexBtw teman-teman tahu berapa jumlah uang yang saya bawa ke Depok waktu itu? Jumlahnya 1.500.000 rupiah…ya segitu saja. Jumlah itu saya bawa karena setelah cari-cari informasi dari senior yang juga diterima PPKB UI, uang pembayaran yang mereka setorkan tidak sampai 1.000.000 rupiah…tapi itu tahun sebelumnya…ketika tahun saya ini tidak tahu. Continue Reading »


Kisah Prof. Andy Bangkit Setiawan, M.A., Ph.D

data=U4aSnIyhBFNIJ3A8fCzUmaVIwyWq6RtIfB4QKiGq_w,qkbnlcaO1LzhP82I9Xof1mJ5pC5BAKsDiQ0WvP-jmeqtTDWbO8yar24Ay44WDlJrH9Ph_ueqIdil7zkZBO0p7ryw69-rhZh8hW2qazp_hkg6hCo Akhir bulan maret tahun 2010 dulu, saya diwisuda bersama dengan rekan-rekan saya yang lainnya sebagai Doktor di sebuah universitas negeri di Jepang. Kalau dihitung saya yang kelahiran tahun 1981, berarti saya meraih gelar Doktor pada umur 29 tahun. Ya mungkin umur yang cukup fantastis bagi sebagian orang bila diukur dengan standar Indonesia, padahal di Jepang sendiri yang lebih muda dari saya banyak.

Pulang dari Jepang, tawaran untuk mengajar banyak…bahkan tawaran untuk tetap stay di Jepang dan mengadakan riset serta mengajar di sana pun ada. Tetapi, saya putuskan untuk pulang ke Indonesia. Alhamdulillah, setelah pulang ke Indonesia pun dapat tempat kerja yang nyaman dan gaji yang lumayan. Continue Reading »


 syukurku padaMu Rabb,  :)Alhamdulillah, aku dapat pengalaman yang lebih dan sangat berkesan daripada orang-orang di sekitar kampung halamanku. Pengalaman itu adalah menginjakkan kaki di tanah suci, sebuah kota dambaan setiap muslim di seluruh penjuru dunia. Aku sangat bahagia walaupun aku hanya sebagai pekerja bangunan di perluasan Masjidil Haram, Mekkah, KSA, satu-satunya negara di dunia yang menegakkan hukum Islam. Itulah alasan kenapa aku memilih negara ini sebagai tujuan safar.Karena begitu besar keutamaan shalat di Masjidil Haram, aku berupaya menjadi TKI legal (resmi) di Saudi. Tak lupa Haji Dan Umrah menjadi bonus istimewa meskipun aku tak berkewajiban kalo dilihat dari sisi kemampuan berbekal. Continue Reading »


Untitledoleh : Ustadz Abu Hamzah

Kisah ini didapatkan dari Riyadh Saudi Arabia. Di sebuah desa Huraimla, ada seorang wanita yang sudah dinyatakan oleh Dokter terkena kanker darah, kondisi fisiknya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Untuk merawat dirinya dan memenuhi semua keperluannya, dia mendatangkan pembantu dari Indonesia.
Continue Reading »


Untitled Alhamdulillah kita hidup di Nusantara yang kaya dan Makmur, muslim mayoritas, aman dan terjamin dalam melaksanakan ibadah sesuai syariat Islam. Nikmat besar ini tidak akan kita rasakan kalau kita tidak mengenal kebalikannya. Untuk itu, dalam rangka mensyukuri nikman aman dan mayoritas di negri ini mari kita renungkan kondisi saudara kita yang hidup di negeri komunis; Havana. Continue Reading »


Sebuah artikel yang sangat cocok untuk renungan 🙂
a dapat dari web majalah qiblati

****

Terkadang karena ketidakmengertian, banyak orang tidak mengetahui keagungan ajaran Islam dalam segala aspeknya termasuk diantaranya adalah memuliakan wanita. Tidak ada dimuka bumi ini satupun agama yang memuliakan wanita sebagaimana Islam memuliakan mereka. Hanya orang yang diharamkan darinyalah yang tidak bisa merasakan kenikmatan ini. Maka banyak wanita di Eropa merasa iri dengan kemuliaan yang dirasakan oleh wanita muslimah.

Continue Reading »


Sahabat, berikut ini ada artikel menarik yang a dapatkan dari web nya Majalah Elfata. Sedikit gambaran tentang negara yang kental dengan teknologinya. Selamat menikmati…

*****

Secuil Kisah dari Perjalanan Ke Negeri Sakura

Pernah pergi ke Jepang? Mungkin ada sebagaian dari kita yang pernah berkunjung ke Jepang namun tentu jumlahnya sangat sedikit. Mayoritas dari kita tahu tentang Jepang dari media informasi TV atau internet. Sayang informasi yang ada sering tidak utuh sehingga menimbulkan kebingungan tersendiri. Untuk itu, simak baik-baik kisah perjalanan seorang anak muda yang menjalani tugas belajar di Jepang berikut, tepatnya di kota Osaka. Semoga memberikan hiburan dan manfaat ya….

Berbeda dengan musim panas di Indonesia yang relatif masih teduh, musim panas di Jepang sungguh sangat menyengat. Suhu pada siang hari Continue Reading »





%d bloggers like this: