Archive for the ‘SAKINAH’ Category


Oleh karenanya, seringkali kita melihat cinta suami kepada isteri atau sebaliknya justru semakin besar dan memuncak, ketika keduanya membangun rumah tangganya dengan pondasi agama.

Oleh karena itulah, Nabi shollallohu alaihi wasallam mewasiatkan kepada kita untuk mementingkan faktor ini, yaitu dalam sabda beliau:

فاظفر بذات الدين تربت يداك

Dapatkanlah isteri yg memiliki agama (yang baik); niscaya kamu akan beruntung” (Muttafaqun alaih; Shahih Bukhori: 5090, Shahih Muslim: 1466). Continue Reading »

Advertisements

Istriku…
Tiada ungkapan terbaik dari lisan ini selain ungkapan syukur kepada Allah Ta’ala yang telah menyandingkan akhwat terbaik di sisiku. Memberikan karunia terindah yang tak pernah kusangkakan. Meski dari lubuk hati terdalam, kadang terngiang tanya, layakkah diriku yang seperti ini menemani di seluruh waktumu?

Istriku…
Kuharap tak pernah terbesit rasa kecewa di dalam hatimu mempunyai suami seperti diriku. Aku hanyalah orang biasa yang penuh dengan kekurangan. Bukanlah seorang lelaki yang sempurna sebagai pendamping hidup. Bisa jadi pula diriku sangat berbeda dengan apa yang engkau idamkan. Namun ku kan terus belajar dan berusaha menjadi diriku yang terbaik. Belajar menjadi pendampingmu, belajar menjadi ayah bagi anak-anak kita. Continue Reading »


imagesSyekh Ibnu Zhafar al-Makki mengatakan,

“Saya dengar bahwa Abu Yazid Thaifur bin Isa al-Busthami radhiyallahu ‘anhu ketika menghafal ayat berikut:

“Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil.” (QS. Al-Muzzammil: 1-2)

Dia berkata kepada ayahnya, ‘Wahai Ayahku! Siapakah orang yang dimaksud Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat ini?’ Ayahnya menjawab, ‘Wahai anakku! Yang dimaksud ialah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Dia bertanya lagi, ‘Wahai Ayahku! Mengapa engkau tidak melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?’ Continue Reading »


Menjalani profesi sebagai pencari nafkah memang menarik. Sebagai kepala rumah tangga menjadikan kewajiban itu melekat seiring dengan kebersamaan yang dijalani. Sebagai insan biasa, naik turun rasa semangat selalu ada. Namun begitu sudah seharusnya terus memunculkan gairah untuk menjadi lebih baik. Pasangan hidup sering menjadi salah satu pencetus munculnya rasa itu. Tak dipungkiri kebenarannya. Pernah kualami ketika mendapat tugas mengikuti kegiatan dari kementerian di pusat sana. Beberapa hari harus “menjauh” sementara dari kehangatan kebersamaan bersama keluarga.

Ketika itu rasa penat sudah mulai muncul. Tiba-tiba istri dari rumah mengirimkan pesan singkat untuk membuka dompet dan mengambil tisu di selipan bagian dalam. Langsung kubuka dan kubaca…

***

Dear my lovely…
I praise to Allah Ta’ala was sending to me, you, my lovely…
I feel so blessed when i think of u
really, everything was changed when u come along…
u’re my husband, my friend, my strength Continue Reading »


4 my love 4B1

Sometime I feel, without you : I’m nothing
but with you : I’m something
n together : We’re everything!

-miss U beib-

cepetan balik ya bi
buat aku dan bayi kita 🙂

selalu semangat !!

***
little letter when I went to western tip of Java island
Jazakillah Khoyr my wife
ana uhibbuki fillah 😉


membersihkan kencing bayi

Pertanyaan:

Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Ifta’ ditanya:
Ketika seorang wanita melahirkan bayi laki-laki ataupun perempuan, selama dalam asuhannya bayi itu selalu bersamanya dan tidak pernah berpisah, hingga terkadang pakaiannya terkena air kencing sang bayi. Apakah yang harus ia lakukan pada saat itu, dan apakah ada perbedaan hukum pada air kencing bayi laki-laki dengan bayi perempuan sejak kelahiran hingga berumur dua tahun atau lebih? Inti pertanyaan ini adalah tentang bersuci dan shalat serta tentang kerepotan untuk mengganti pakaian setiap waktu. Continue Reading »


Mula rasa ingin genapkan separuh din, kucari kemana permata indah tersimpan. Pencarian bersama perjalanan waktu beriringan niat suci penuh harap. Tak tahu siapa kelak dampingiku rengkuh jalan perjuangan. Hanya keyakinan kan kutemui belahan jiwa yang telah tertulis di atas sana.

Tersuak kabar kau pun tengah mencari bahagian tulang rusuk darimu bermula. Bersiap membuka pintu hati untuk ditemani lanjutkan perjalanan yang tadinya sendiri. Hadirkan pendamping di sisi.

Diriku senantiasa bertanya, inikah yang aku cari? Tapi keyakinan jadikan langkah terus berderap. Tak sabar kuingin menjemput, menghalalkan mahligai arungi samudera bersama. Continue Reading »


Persamaan gender yang banyak didengung-dengungkan oleh kaum barat, ternyata telah merasuk ke tubuh kaum muslimah umat ini. Mereka telah tertipu dengan pemikiran kaum barat, bahkan tidak sedikit yang mengekor pemikiran tersebut. Lantas bagaimana sebenarnya peranan wanita islam dalam membangun keluarga atau masyarakat? Mari kita simak tulisan berikut, bagaimana seharusnya wanita membangun sebuah keluarga bahkan Negara? Continue Reading »


Kehadiran sang buah hati dalam sebuah rumah tangga bisa diibaratkan seperti keberadaan bintang di malam hari, yang merupakan hiasan bagi langit. Demikian pula arti keberadaan seorang anak bagi pasutri, sebagai perhiasan dalam kehidupan dunia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Qs.al-Kahfi: 46) Continue Reading »


Oleh: Ustadz Fariq Gasim Anuz

Ada kejadian, seorang laki-laki sebelum menikah menginginkan istri yang cantik parasnya dan beberapa kriteria lainnya. Tetapi pada saat pernikahan, dia mendapatkan istrinya sangat jauh dari kriteria yang ia tetapkan. Subhanallah! Inilah jodoh, walaupun sudah berusaha keras, tetapi jika Allah menghendaki lain, semua akan terjadi.

Pada awalnya ia terkejut karena istrinya ternyata kurang cantik, padahal sebelumnya sudah nazhar (melihat) calon istrinya tersebut. Sampai ayah dari pihak suami menganjurkan anaknya untuk menceraikan istrinya tersebut. Tetapi kemudian ia bersabar. Dan ternyata ia mendapati istrinya tersebut sebagai wanita yang shalihah, rajin shalat, taat kepada orang tuanya, taat kepada suaminya, selalu menyenangkan suami, juga rajin shalat malam.

Pada akhirnya, setelah sekian lama bergaul, sang suami ini merasa benar-benar puas dengan istrinya. Bahkan ia berpikir, lama-kelamaan istrinya bertambah cantik, dan ia sangat mencintai serta menyayanginya. Karena kesabaranlah Allah menumbuhkan cinta dan ketentraman. Ternyata faktor fisik tidaklah begitu pokok dalam menentukan kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga, walaupun bisa juga ikut berperan menentukan. Continue Reading »





%d bloggers like this: