Posts Tagged ‘syariat islam’


Para nabi dan rasul adalah wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala di muka bumi ini. Mereka adalah orang-orang yang Allah cintai, mereka mengemban risalah langit untuk mendakwahi manusia agar menyembah Allah semata dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Walaupun Allah mencintai mereka, tidak mesti Allah Subhanahu wa Ta’ala merealisasikan apa yang mereka harapkan. Mereka masih dianjurkan untuk mengucapkan insya Allah (atas kehendak Allah) ketika mencita-citakan sesuatu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala pernah menegur Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lantaran ada seorang yang bertanya kepada beliau tentang suatu perkara, lalu beliau besok saya jawab –dengan keyakinan wahyu dari Allah akan turun-. Ternyata wahyu mengenai jawaban terkait tidak kunjung turun dan ketika wahyu datang malah berupa teguran kepada beliau agar mengucapkan insya Allah. Demikian juga kejadian yang dialami Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Continue Reading »

Advertisements

Untitled Alhamdulillah kita hidup di Nusantara yang kaya dan Makmur, muslim mayoritas, aman dan terjamin dalam melaksanakan ibadah sesuai syariat Islam. Nikmat besar ini tidak akan kita rasakan kalau kita tidak mengenal kebalikannya. Untuk itu, dalam rangka mensyukuri nikman aman dan mayoritas di negri ini mari kita renungkan kondisi saudara kita yang hidup di negeri komunis; Havana. Continue Reading »


Kesempatan posting kali ini a pergunakan untuk memposting artikel bagus tentang Rizki. Sesuatu yang teridamkan dalam benak setiap insan. Artikel ini a dapatkan ketika searching dengan YUFID. Menarik menurutku,  jadi a bagikan artikel ini melalui blog ini. Selamat menikmati 😉

Rizki bagi keluaga ibarat bahan bakar bagi kendaraan bermotor, tanpanya kendaraan bermotor akan mandeg, begitu pula keluarga, tanpa rizki ia tidak tegak. Oleh karena itu masalah rizki bagi kebanyakan keluarga adalah masalah utama yang menyibukkan mereka karena ia memang pemenuh hajat hidup keluarga.

Menurut pengamatan tidak sedikit keluarga yang berpandangan bahwa berpegang kepada syariat Islam mengurangi jatah rizki dan menutup sebagian pintu-pintunya, lebih parah dari itu ada yang beranggapan bahwa untuk meraih kemudahan dan kelapangan rizki maka mata harus ditutup dari batasan-batasan syariat khususnya terkait hukum halal haram, akhirnya muncul celetukan, ?Hari gini masih mikir halal-haram, yang haram saja sulit didapat lebih-lebih yang halal.? Continue Reading »





%d bloggers like this: