Berbicara mengenai tokoh kedokteran muslim, kebanyakan umat Islam langsung mengingat nama Ibnu Sina –penemu ilmu tentang parasit-. Seolah-olah umat Islam hanya memiliki Ibnu Sina sebagai tokoh ilmu kedokteran yang menonjol. Padahal banyak sekali tokoh-tokoh kedokteran Islam yang karya-karyanya masih bermanfaat hingga hari ini, ada Abu Bakar ar-Razi yang didaulat menjadi ilmuan paling besar dalam bidang kedokteran, Ali bin Isa al-Kahal seorang dokter spesialis mata terhebat pada abad pertengahan, ath-Thufail orang pertama yang menemukan Ancylostoma atau dinamakan usus melingkar (as-Sirjani, 2009: 272-274), hingga Imam Ibnul Qayim dengan karyanya yang fenomenal Thibbun Nabawi. Jadi, Ibnu Sina tidak sendirian dalam bidang ini. Belum lagi sosok Ibnu Sina yang dianggap kontroversial, baik dari segi pemikiran keagamaan ataupun metode pengobatannya.

Tokoh kedokteran yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah seorang pioner dalam ilmu bedah modern. Ia adalah Abu Qasim al-Zahrawi. Al-Zahrawi merevolusi ilmu bedah klasik dan meletakkan kaidah-kaidah bedah yang menjadi pijakan ilmu bedah modern saat ini. Continue Reading »


Sulaiman Al-Rajhi (سليمان الراجحي), milyarder Saudi Berkisah:
Dahulu, hidup saya sangat susah alias faqir, sampai-sampai saya tidak bisa ikutan rihlah atau tamasya yang dilaksanakan oleh sekolah saya yang waktu itu biaya pendaftarannya hanya 1riyal saudi saja, walaupun saya sudah menangis-nangis memohon kepada keluarga agar saya dapat ikutan rihlah, tapi tetap saja kelurga saya tidak punya uang 1 riyal untuk mendaftarkan saya ikutan rihlah.
Sehari sebelum rihlah, saya berhasil menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan guru di kelas, lalu guru itupun memberi saya uang satu riyal sebagai hadiah, diiringi tepuk tangan para murid-murid yang lain.
Pada saat itu, saya tidak lagi mikir apa-apa, selain berlari kencang untuk mendaftarkan diri ikutan rihlah. Duka nestapa saya terasa terbang seketika dan berubah total menjadi bahagia berkepanjangan selama berbulan-bulan.
Hari-hari sekolahpun berlalu, sayapun dewasa untuk melanjutkan kehidupan. Setelah melewati berbagai rintangan hidup, setelah bekerja keras selama bertahun-tahun dan berkat anugerah dari Allah sayapun sukses dan selanjutnya saya membuat yayasan sosial. Continue Reading »


Banyak bukti sejarah baik tertulis atau relief, yang menegaskan bahwa selama berabad-abad umat Islam menjadi role model perabadan dunia. Di antaranya adalah ada seorang ilmuan Islam melakukan riset tentang dunia penerbangan. Apa yang ilmuan Islam lakukan pada masa itu adalah terobosan dan eksplorasi pertama dalam dunia kedirgantaraan.

Orang yang pertama merobek sekat-sekat kejumudan dalam bidang ini adalah seorang muslim yang bernama Abbas bin Firnas. Ibnu Firnas menguasai banyak cabang ilmu pengetahuan. Ia suka menyibukkan diri dengan hal-hal baru. Dalam banyak manuskrip sejarah Andalusia, diceritakan bahwa Ibnu Firnas adalah seorang yang bersemangat dalam mempelajari hikmah, filsafat, matematika, dan kedokteran. Ia juga suka dengan ilmu falak. Dan unggul dalam bidang Kimia, Teknik, dan Arsitektur. Continue Reading »


Beberapa bulan terakhir, berita tentang masuk Islamnya seorang atlet sepak bola internasional terdengar cukup ramai berseliweran di dunia maya. Ya, seorang pemain internasional asal Togo, Sheyi Emmanuel Adebayor, mengumumkan bahwa ia telah memeluk Islam. Ia telah meninggalkan keyakinan Kristennya dan memilih Islam sebagai jalan hidup. Jalan kebenaran yang ia yakini.

Menariknya, ia juga menyebutkan beberapa alasan mengapa ia memilih Islam dan meninggalkan Kristen. Tentu ini menunjukkan, Adebayor melakukan pengkajian, membandingkan, dan merenungkan sehingga sampai pada kesimpulan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Bukan sekedar ikut-ikutan dan emosional saja. Continue Reading »


Kisah ini bercerita tentang Abdullah al-Majorci. Seorang mantan ulama besar Nasrani yang menjadi seorang muslim. Abdullah hidup saat Perang Salib masih berkecamuk. Lahir di Majorca (baca: Mayorka), Spanyol, kemudian pindah ke Tunisia di bawah kekuasaan Daulah Hafshiyah. Ia adalah seorang Nasrani yang taat dan tekun mempelajari agamanya. Dalam waktu singkat, ia berhasil menghafal setengah Injil.

Namun akhirnya, ia memeluk Islam, setelah mengetahui bahwa Muhammad, seorang nabi dari Arab, adalah nama yang disembunyikan kebenarannya oleh pasturnya. Setelah memeluk Islam, ia mengganti namanya menjadi Abdullah dan menulis kisah perjalanan hidupnya dalam buku Tuhfatu al-Arib fi Rad ‘ala ahli ash-Shalib. Continue Reading »


Syariat Islam adalah gambaran ideal dalam memberi perhatian bagi anak, memelihara, dan menjaganya. Khalifah ar-Rasyid, Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu menetapkan santunan dari Baitul Mal bagi anak-anak yang telah selesai masa penyapihannya (menyusui). Yakni usia di atas dua tahun.

Mengetahui kebijakan demikian, para ibu mempercepat masa penyapihan anak-anaknya. Mereka ingin segera mendapat santunan pemerintah, demi meringankan beban rumah tangga. Umar terkejut melihat respon ibu-ibu itu. Lalu ia bertekad, meninggalkan tempat tidur. Kemudian ia haramkan matanya untuk terlelap. Dan hampir-hampir orang yang shalat mendengar jelas suara Umar ketika membaca Alquran (dalam shalat). Suara tangisnya meninggi terpengaruh dengan ayat yang ia baca. Seusai shalat, Umar mengeluarkan kebijakan, santunan diberikan kepada setiap anak sejak mereka dilahirkan. Ia tempuh kebijakan ini demi menjaga dan melindungi anak-anak. Dan juga menyenangkan hati para ibu yang sedang menyusui (Thabaqat Ibnu Said, (III: 298); ar-Riyadh an-Nadhirah, (II: 389); dan ath-Thifl fi asy-Syari’ah al-Islamiyah). Continue Reading »


Konsep robot modern sekarang, merupakan perkembangan dari konsep dasar yang ditemukan oleh ilmuan abad pertengahan. Dari robot yang sederhana, dikembangkan menjadi robot yang lebih kompleks yang mampu meringankan pekerjaan manusia. Atau bahkan menggantikan manusia itu sendiri. Seorang ilmuan muslim, Abu al-‘Iz Ismail bin Razaz al-Jazari (1136–1206) yang hidup pada abad ke-6 H, adalah orang pertama yang menemukan robot tersebut.

Al-Jazari (Cirze) adalah orang pertama yang menemukan robot yang difungsikan untuk membantu pekerjaan rumah. Khalifah di zamannya, meminta al-Jazari membuatkannya suatu alat yang mampu menggantikan pembantunya dalam menyediakan air wudhu untuk shalat.

Al-Jazari membuatkan suatu mesin (robot) yang mampu melakukan gerakan menuangkan (menunduk dan tegak kembali). Continue Reading »


Teroris… Sebuah kata yang hari ini digunakan untuk memaksa muslim mengakui apa yang tidak mereka lakukan –setidaknya mayoritas umat muslim-. Sebuah propaganda yang disebarkan untuk menghakimi bahwa Islam adalah agama yang menyebarkan kekerasan.

Kenyataannya, tingkat pembunuhan di hampir seluruh negeri-negeri Islam sangat jauh dibawah pembunuhan yang terjadi di Amerika Serikat saja.

Sepanjang abad 20, Kristen Eropa memiliki rekam jejak yang sangat mengerikan. Puluhan juta nyawa melayang akibat perang dunia dan penjajahan. Walaupun ada yang menyatakan, peperangan yang dilakoni bangsa Eropa di abad ke-20 tidak dilator-belakangi agama, tapi karena nasionalisme, kenyataannya nasionalisme dan agama di Eropa berhubungan sangat erat. Continue Reading »


Oleh Ustadz Fuadz Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Jangan Tergiur Dengan Paranormal, karena, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

من أتى عرّافاََ فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين ليلة

“Barangsiapa mendatangi dukun (paranormal), lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 malam”. (HR. Muslim).

Hanya sekedar pergi mendatangi mereka, lalu bertanya sesuatu kepadanya tanpa membenarkannya, kita tidak mendapatkan pahala shalat kita.

Adapun yang mendatangi mereka, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah mengingkari apa yang diturunkan kepada Nabi صلى الله عليه و سلم .
Beliau bersabda:

من أتى عرّافاََ أو كاهناََ فصدّقه بما يقول، فقد كفر بما أُنزل على محمّد

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh dia telah kafir (ingkar) terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad صلى الله عليه و سلم “.
(HR. Ahmad).

Via telegram bbg-alilmu.com


Penulis: Ust. Aan Chandra Thalib

Syaikh Ali Mustafa Thantawi –rahimahullah– mengatakan: “Diantara kebiasaanku adalah aku tidak akan berkendaraan bila aku mampu berjalan kaki. Aku tidak akan berjalan dibawah tempat yang teduh bila aku mampu berjalan di bawah panas terik. Tidak peduli terik Lebanon dibulan Oktober atau teriknya India dibulan Juni.

Saat itu matahari begitu cerah dan panas, aku melepas dasiku dan memasukkannya kedalam kantong bajuku. Tiba-tiba seorang kawan berpapasan denganku, dia adalah kawan yang sangat aku hormati. Namun yang aku tidak suka darinya adalah sikapnya yang lebih keras memegang tradisi ketimbang agamanya. Belum selesai mengucap salam, dia langsung menatapku dengan tatapan yang tidak mengenakkan dan berkata, “Bagaimana bisa anda melakukan ini?”. Continue Reading »

Next Page »



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,708 other followers

%d bloggers like this: