Istriku…
Tiada ungkapan terbaik dari lisan ini selain ungkapan syukur kepada Allah Ta’ala yang telah menyandingkan akhwat terbaik di sisiku. Memberikan karunia terindah yang tak pernah kusangkakan. Meski dari lubuk hati terdalam, kadang terngiang tanya, layakkah diriku yang seperti ini menemani di seluruh waktumu?
Istriku…
Kuharap tak pernah terbesit rasa kecewa di dalam hatimu mempunyai suami seperti diriku. Aku hanyalah orang biasa yang penuh dengan kekurangan. Bukanlah seorang lelaki yang sempurna sebagai pendamping hidup. Bisa jadi pula diriku sangat berbeda dengan apa yang engkau idamkan. Namun ku kan terus belajar dan berusaha menjadi diriku yang terbaik. Belajar menjadi pendampingmu, belajar menjadi ayah bagi anak-anak kita. Continue reading



