Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah


Oleh: Ummu Mariah Iman Zuhair

Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat berkesan ini, seakan-akan anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya.

Berkatalah ibu gadis kecil tersebut:

Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.


Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Setelah dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta walimah. Dia adalah seorang gadis yang perpegang teguh dengan agamanya, sangat cemburu di atasnya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya. Tatkala dia sampai SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang ma’ruf, dan senantiasa menjaga hijabnya.

Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah permulaan masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka.

Ibu Afnan melanjutkan ceritanya:

Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku terpaksa mempekerjakan seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan. Ia beragama Nasrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata: “Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai pembantu kita!!”

Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut amat mendesak. Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata: “Mama, aku sekarang menjadi seorang muslimah, karena jasa Afnan yang terus mendakwahiku. Dia telah mengajarkan kepadaku tentang Islam.” Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini.

Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan sangat mencintai pamannya tersebut.

Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari kami selama ini?

Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanker tanpa kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: “Sakit ringan di kakiku.” Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: “Sakit ringan, akan segera hilang insya Allah.” Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kamipun membawanya ke rumah sakit.

Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya. Di dalam salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang.

Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanker di kakinya, dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis. Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata: “Alhamdulillah… alhamdulillah… alhamdulillah.” Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: “Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku.”

Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!!

Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya. Adapun penerjamah dan para perawat, merekapun menyatakan keislamannya!!

Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah.

Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: “Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari kepalaku.”

Kami (aku, suamiku dan Afnan) pergi untuk yang pertama kalinya ke Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: “Apakah engkau seorang muslimah?” Dia menjawab: “Tidak.”

Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar yang kosong. Dokter wanita itupun membawanya ke salah satu ruangan. Setelah itu dokter wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. Dan di sini datang seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya.

Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada obat baginya kecuali mengamputasi kakinya, karena dikhawatirkan kanker tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru dan akan mematikannya. Akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orang tuanya.

Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger. Afnan bertanya kepadanya: “Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?” Maka dia mencoba untuk menenangkannya, dan bahwa mungkin bagi mereka untuk memasang kaki palsu sebagai gantinya. Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: “Aku tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam keadaan sempurna.” Temanku tersebut berkata: “Sesungguhnya setelah jawaban Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan. Aku tidak memahami sesuatupun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati.”

Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker telah menyerang paru-paru!!

Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas ranjang, dan di sisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus.

Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan, dan keadaannya seperti orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu’ dan shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!!

Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mengabari kami bahwa tidak ada gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Maka memungkinkan bagi kami untuk membawanya ke rumah. Aku ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku.

Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara dengannya.

Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku tercengang. Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum. Dia berkata: “Ummi, kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat.” Kukatakan: “(Mimpi) yang baik Insya Allah.” Dia berkata: “Aku melihat diriku sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang lebar. Engkau, dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi.”

Akupun bertanya kepadanya: “Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu tersebut.” Dia menjawab: “Aku menyangka, bahwasannya aku akan meninggal, dan mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku.” Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya.

Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku, dan ibuku. Saat itu Afnan berbaring di atas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: “Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu.” Maka diapun menciumku. Kemudian dia berkata: “Aku ingin mencium pipimu yang kedua.” Akupun mendekat kepadanya, dan dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata kepadanya: “Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah.”

Maka dia berkata: “Asyhadu alla ilaaha illallah.”

Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallaah.” Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah.” Dan keluarlah rohnya.

Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kasturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, keluargaku takut akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillahi rabbil ‘aalamin. (AR)*

DAPATKAN KISAH NYATA LAINNYA🙂
SILAHKAN KLIK LINK BERIKUT >> https://enkripsi.wordpress.com/kisah-nyata/

sumber: majalah qiblati edisi 4 tahun 3

http://www.qiblati.com


  1. putra

    cressssssssssss..

    Like

    • yup

      Like

  2. Mohon artikel diatas dikirimkan ke email sy.

    Like

    • maaf pak, langsung di copy content saja pak
      atau copy url berikut https://enkripsi.wordpress.com/2010/07/09/kisah-gadis-kecil-yang-shalihah/
      ntar kalo di klik akan otomatis merujuk ke artikel ini

      Like

  3. Echie

    Subhanallah,,,,

    Like

    • angga

      betul indah sekali keimanan yang menancap didadanya

      Like

  4. kustiono

    subkhanalloh, luar biasa kisah ini. tapi kenapa afnan tidak berkenan menghadiri undangan walimahan ya???

    Like

    • benar luar biasa. wallahua’lam tentang hal itu

      Like

    • karena acara walimah di zaman sekarang begitu banyak fitnahnya akhi.
      di antaranya : bercampurnya tamu laki-laki dan perempuan, musik, orang2 yang tidak menutup aurat, basa-basi kadang gosip, berlebih2an dalam makan/minum, dan sebagainya.

      Like

      • ya akh, semoga kedepan bisa menjadi lebih baik

        Like

    • biasanya walimahan zaman sekarang dipenuhi dengan maksiat, bercampurnya laki2 dan perempuan, musik2 yg harom.. dan orang2 yg mengenakan pakaian yg tidak syar’i.. mungkin karena itu afnan kurang berkenan…

      Like

      • ya kemungkinan karena itu

        Like

  5. herman

    top bgt com

    Like

    • ya, mpe nangis

      Like

  6. sandy

    nak ada cerita2 apik kirmkr ng gonku to nggaaaaa

    Like

    • ya insyaallah
      ato njenengan langganan lewait email ja
      caranya masukkan alamat di kotak dialog “Langganan Surel/email” disebelah kanan blog ini, di bawah converter hijriyah-masehi
      ntar tiap a posting baru akan dikirim lewat email

      Like

  7. Erka

    subhanallah…
    ijin share ya..

    Like

    • ya silahkan

      Like

  8. Damas

    wis tau baca pas sipensimaru 2010,

    Like

    • ya tu artikel bulan juli tahun lalu

      Like

  9. Hanifah

    Mohon Ijin mas,..
    Boleh di share ga artikel ini ke temen2??

    Like

    • ya silahkan di share

      Like

  10. Subhanalloh, smoga Alloh memberikan kami anak2 yg sholih sholihah amin

    Like

    • amin, semoga doa anda dikabulkan dan mendapatkan anak2 yang sholih shloihah

      Like

  11. hamztronk

    gooodddddddd

    Like

    • right, jarang beud yang kayak gini
      beruntung sekali kedua ortunya

      Like

  12. noni

    Ya Allah…bertuah ada anak sebegini..

    Like

    • bener bertuah ini anak, hebat

      Like

  13. ubay

    ane prnh baca Akh….
    share aja lg dah, biar yg lain jg bs baca… 😀

    jazakallah…

    Like

    • tafadhol akh, waiyakum

      Like

    • 085359888384

      terharu

      Like

      • sama, menetes air mata tak terasa saat baca nie kisah, apalagi kalo bayangi budak kecik yang ditinggal😦

        Like

  14. yuni

    wah..trimakasih yah…subhanalloh…
    ceritanya bagus banget…mudah2an anak2ku bisa menjadi anak yang sholeh seperti cerita tadi, amin.

    Like

    • ya sama-sama
      semoga anak anda bisa menjadi anak yang shalihah. amin

      Like

  15. LaserJet

    Al-Sofwa:
    Hindarilah 3 hal yang dapat mendatangkan laknat.
    1. Buang hajat di saluran air,
    2. Di tengah jalan,
    3. Di tempat berteduh.
    (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dll)

    ingat tu mas,,ingatttt…….

    Like

    • terimakasih banyak nasehatnya

      Like

  16. ibra

    Anakx soleh mnrut saya adlah tempaat dari orangtua ,lingkungan dan guru ato pemuka agama dan temen yg baek.. Jd ngga lg sholehah terlahir.. Gmn agan agan ?? Skdar pikiran saya aj.

    Like

    • bisa juga gan, banyak faktor yang mempengaruhinya
      semoga ja kita n anak keturunan kita bisa mendapat pemahaman yang benar sesuai generasi terbaik umat ini dan istiqomah di jalan yang lurus nie
      begitu juga dengan seluruh manusia… amin

      Like

  17. mahabbatullah

    tlong artikel x krm ke email sya…

    Like

    • a sarankan ant subscribe (langganan) lewat email saja
      caranya masukkan ke kotak dialog “LANGGANAN SUREL/EMAIL” disebelah kanan tampilan blog ini
      nanti setiap ada postingan baru otomatis akan terkirim ke email, terimakasih

      Like

  18. Muammar

    Luar biasa…subhanallah…

    Like

    • bener, menakjubkan

      Like

  19. Sangat menyentuh ht ketabahannya itu.

    Like

    • ya, mengagumkan banget

      Like

  20. good story….hiks..hiks..

    Like

    • right, amazing…

      Like

  21. hanafi

    subhanaallah,,,bagus banget

    Like

    • ya nie, mengagumkan banget

      Like

  22. Subhanallah…Subhanallah…

    Like

    • thoyib, masyaallah

      Like

  23. ari firman al-maud

    maha besar robb yang menciptakan segala kejadian.
    asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullah

    Like

    • na’am akh

      Like

  24. subhanallah…aku irih dengan afnan, aku juga ingin setegar dia dalam menjalani hidup! dan mampu istiomah dalam agamaku meskipun rintangan menjadi penghalang. doain yyaaaah….

    Like

    • ya, semoga ant bisa menjadi pribadi tegar n mampu istiqomah dalam agama ini. amin

      Like

  25. allahhu akbar 3x

    Like

    • 🙂

      Like

  26. SUBKHANALLAH….
    mohon artikel diatas dikirim ke dinding facebook.

    Like

    • silahkan ant share saja akh
      bisa lewa facebook, twitter, StubleUpon dll

      Like

  27. SUBKHANALLAH….

    Like

  28. wong dlahom

    kayaknya kisah fiktif

    Like

    • ini kisah nyata akh
      wallahua’lam

      Like

  29. Ryan

    Subhanallah

    Like

    • thayib, masyaallah

      Like

  30. Subhanallah, semoga kita dikaruniai putra putri yang shalih dan shalihah.

    Like

    • amin, semoga doa dikabulkan

      Like

  31. fajar febrian

    Semoga menjadi I’tbar dan Inspirasi untuk kita, namun sayangnya tidak diceritakan lebih detail perihal masuk islamnya orang2 yang didakwahi oleh afnan, bila ada mungkin > menarik lagi

    Like

    • amin, kisah yang disampaikan di majalah fokus pada diri afnan
      untuk orang-orang yang masuk islam bisa klik link berikut
      https://enkripsi.wordpress.com/category/mualaf-convert-to-islam/

      Like

  32. siip..
    mantep bener..

    Like

    • maturnuwun mas

      Like

  33. subhanalloh mengetar kn hati ga terasa air mata brlinang smg Alloh anugrahkan anak2 soleh n soleha pd diri kami n musilimin muslimat sluruh dunia…

    Like

  34. ardckr

    subhanalloh ga trasa air mata jatuh…

    Like

    • amin
      semoga generasi kaum muslimin menjadi lebih baik dan lebih tangguh lagi

      Like

  35. yasir

    Ujian yang berat untuk ibunya untuk berpisah dengan buah hatinya…

    Like

    • semoga ibu dan anak tersebut mendapat tempat terbaik disana kelak

      Like

  36. rudiantho

    assalamu’alaykum.

    sebuah kisah yg sangat mengharukan
    sangat menginspirasi

    saya brubah menjadi sangat ceking,kecil sekali
    menangis yah
    menangis dan terharu

    subhanallah
    masih diberikan-NYA pelajaran

    terima kasih telah mau berbagai.

    Like

    • wa’alaikumsalam
      ya sama2, terimakasih juga sudah berkunjung n coment di blog ini
      semoga artikelnya bermanfaat
      silahkan di bagikan agar lebih banyak lagi yang mengambil manfaat

      Like

  37. achmad nur

    subahanallooh

    Like

    • ya salut

      Like

  38. Zah

    Izin copy paste boleh….??

    Like

    • ya silahkan, dengan mencantumkan sumbernya

      Like

      • okky sofyan

        assalamu’alaikum kepada, penulis kami dari RUPSI (rumah produksi seni islami) mohon izin untuk mengembangkan kisah di atas dalam bentuk CD audio, yang nanti akan di sebarkan ke radio-radio seindonesia, yaitu wakaf CD, sebagai slah satu metode dakwah kami, adapun hasilnya juga akan kami gunakan untuk perkembangan ke depan…

        Like

  39. okky sofyan

    asslamu’alaikum. kepada yang menulis kisah ini, kami dari Rupsi (rumah produksi seni islami) mohon izin untuk mengambil kisah ini, yang nantinya akan di CD kan, dan akan di sebarkan ke radio-radio se indonesia dan umum sebagai salah satu media dakwah, yang hasilnya juga akan didi gunakan untuk perkembangan dakwah lewat media CD kedepannya…. syukron…

    Like

    • tafadhol, a mendapatkan kisah ini dari majalah qiblati edisi 4 tahun 3
      silahkan menghubungi majalah tersebut atau klik http://www.qiblati.com

      Like

  40. share di Facebook bisa ga…?

    Like

    • bisa, silahkan klik logo facebook dibawah artikel nya🙂

      Like

  41. Subhanallah,

    Razi menangis ketika membaca ceritanya

    Like

    • sama mas Razi
      nyentuh banget😉

      Like

  42. zuhra cl

    Ya allah
    kasian bgt. ..

    Like

    • semoga mendapat balasan indah🙂

      Like

  43. Desty Natalya

    Subhanallah,
    Kisah ini sangat menyentuh hati.

    Izin Share ya.

    Like

    • iya bener, bikin “trenyuh”
      ya silahkan di share artikelnya

      Like

  44. wafa

    subhanallah sampai nangis aku membacanya.,.,

    Like

    • iya sungguh mengharukan
      semoga generasi penerus kita bisa menjadi generasi rabbani yang menjadi ahli surga

      Like

  45. hamba Alloh

    Pribadi spt ‘afnan bisa didapati,dilakukan oleh orang yg mengharapkan wajah Alloh & hidupnya sesuai dgn tuntunan RosuluLLOH..krn Alloh ta’ala membuka kesempatan itu & mengharapkan manusia kebaikan dgn ta’at kpdNya & menjauhi larangan2 Nya..serta menyiapkan kematian sejak dini.

    Like

    • setuju banget, semoga banyak lagi tercetak afnan yang lain🙂

      Like

  46. fatimah

    assalamu’alaikum
    ijin share ya , ,,,

    Like

    • wa’alaikumsalam, iya monggo…😉

      Like

  47. cucu rozalia

    jadi malu sama afnan..

    Like

    • memang sangat membanggakan afnan🙂

      Like

  48. meri astuti

    subhanallaah. . .merinding,terharu,dan jg malu ma gadis kecil ni

    Like

    • benar, semoga generasi penerus kita bisa menjadi generasi rabbani ahli surga, amin

      Like

  1. 1 Kisah Nyata | enkripsi

    […] Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah […]

    Like

  2. 2 kumpulan kisah nyata yang sangat menyentuh hati « Sesungguhnya Pacaran Adalah Perbuatan Keji Dan Haram. Maka Jangan Pacaran Agar Selamat Dunia Akherat. (silahkan add Facebook: tundher_cary@yahoo.com & ainuamri2@gmail.com )

    […] Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah […]

    Like

  3. 3 cerita cinta – kumpulan cerita cinta – kisah cinta – cerita romantis – kisah romantis – cerita mesra – kisah mesra – love story – cerita fiksi – cerita keluarga – kisah keluarga – cerita ro

    […] Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah […]

    Like

  4. 4 kumpulan kata-kata cinta terindah – kata romantis – kata kata mutiara – kata mesra – kata kata bijak – ayat ayat cinta – motivasi – kata cinta « Sesungguhnya Pacaran Itu Haram Hukumnya. Maka Jangan Pacaran A

    […] Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah […]

    Like

  5. 5 cerita cinta – kumpulan cerita cinta – kisah cinta – cerita romantis – kisah romantis – cerita mesra – kisah mesra – love story – cerita fiksi – cerita keluarga – kisah keluarga – cerita ro

    […] Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah […]

    Like

  6. 6 KUMPULAN KISAH NYATA | enkripsi

    […] Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah […]

    Like




Silahkan tinggalkan komentar disini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: